berita

Semangat Tajdid Agar Pesantren Menjadi Lembaga Pendidikan Unggul

Garut – Bertepatan dengan hari Sabtu (15/01) 2022 Pesantren Persis Tarogong menerima kunjungan studi banding Pesantren Persis 105 Nurul Iman Cimahi. Kegiatan studi banding ini fokus pada manajemen pengelolaan asrama mengingat Pesantren Persis 105 Nurul Iman Cimahi yang sudah memiliki jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah berencana akan membangun asrama bagi santrinya.

Studi banding ini diawali dengan penerimaan oleh Pimpinan Pesantren Persis Tarogong Ustadz Mohammad Iqbal Santoso beserta pengurus asrama putra dan putri di Ruang Rapat Pimpinan Pesantren Persis Tarogong dan 16 Asatidz Pesantren Persis 105 Nurul Iman Cimahi.

Pesantren Persis 105 Nurul Iman Cimahi berdiri sejak tahun 1994 dengan jenjang pendidikan yang pertama kali yaitu jenjang Tsanawiyah. Tiga tahun berselang berdiri jenjang pendidikan Aliyah namun santri santrinya belum ada yang di asrama. Maka dari itu tujuan utama studi banding ini adalah mengenai manajemen asrama baik untuk santri putra maupun untuk santri putri.

“Tujuan studi banding ini selain untuk menjalin silaturahim dengan pesantren Persis Tarogong juga intinya adalah belajar bagaimana manajemen asrama, kegiatan asrama, kurikulum asrama dan juga hal lainya. Mengingat Pesantren Persis Nurul Iman berencana akan membuat asrama untuk santri”, jelas Ustadz Kosasih Uwes Mudir Am Pesantren Persis Nurul Iman Cimahi

Dalam kesempatan inipun Mudir Am Pesantren Persis Tarogong menyampaikan jika Pesantren itu adalah lembaga pendidikan, dakwah juga sosial kemasyarakatan. Dalam pengelolaannya tentunya pesantren itu harus dikelola secara baik dan profesional agar pesantren itu menjadi lembaga pendidikan yang baik dan unggul. Salah satunya dalam hal penerimaan santri, santri yang belajar di pesantren itu harus santri pilihan dan berkualitas. Maka pesantren ini menjadi tujuan utama pilihan pendidikan dan tidak dijadikan tujuan kedua karena tidak diterima sekolah negeri.

“Pesantren itu selain sebagai lembaga pendidikan dan dakwah juga sosial kemasyarakatan. Pesantren harus dikelola baik, manajemen baik, infrastruktur pun harus baik dan yang penting santrinya juga harus santri yang terpilih”, jelasnya

Satu hal yang penting disampaikan pada kesempatan tersebut adalah manajemen. Jika pesantren ingin maju maka harus senantiasa melakukan perubahan (tajdid). Sebagaimana Persis yang gerakannya adalah gerakan tajdid maka Pesantren pun harus memiliki semangat tajdid untuk senantiasa melakukan perubahan agar maju dan unggul.

“Selama kita mengikuti orang lain maka kita akan berada dibelakang orang lain. Jika kita ingin maju dan unggul maka harus beda dan memiliki semangat tajdid”, ucapnya

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X