berita

Belajar Mandiri Siswa Madrasah Diniyah Persis Tarogong Fokuskan Peningkatan Iman Taqwa

Belajar Mandiri Siswa Madrasah Diniyah Persis Tarogong Fokuskan Peningkatan Iman Taqwa

Garut – Berdasarkan himbauan dari berbagai surat edaran yang ada, mulai dari Surat Edaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Surat Edaran dari Jamiyyah Persatuan Islam tentang wabah Covid-19, maka Program Belajar Mandiri diperpanjang kembali selam 14 hari. Madrasah Diniyah Persis Tarogong, merupakan bagian dari bentuk sekolah non-formal yang diselenggarakan pemerintah secara otomatis harus mengikuti himbauan tersebut.

Abdul Latief, M.Ag Kepala Madrasah Diniyah Persis Tarogong menjelaskan bahwasanya program peralihan belajar siswa ke rumah dilatarbelakangi dari upaya pemerintah untuk memutus rangkaian penyebaran virus Covid-19 tersebut. Pemerintah berharap dengan dialihkannya proses belajar ke rumah masing-masing, para pelajar bisa tetap tinggal dirumahnya, sambil tetap menjaga kebersihan lingkungan sendiri.

Lebih lanjut Abdul Latief menyatakan selain terhadap sekolah, pemerintah pun berharap, orang-tua mengawasi dan membimbing putra-putrinya untuk belajar di rumah, dan tidak memperkenankan untuk pergi jalan-jalan ke luar atau hiburan ke tempat wisata. Maka Madrasah Diniyah Persis Tarogong menyusun program belajar di rumah untuk para siswa tahap kedua.

“Program belajar di rumah pada intinya ingin membiasakan siswa menjadi seorang pembelajar. Sedangkan paling utama pembelajaran tersebut adalah pembinaan anak supaya kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT lebih meningkat. Hal itu terbukti dengan meningkatnya pembiasaan anak dalam beribadah, berbakti kepada orang tua, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih”, jelasnya

Secara umum program yang disusun oleh Madrasah Diniyah adalah sebagai berikut :
1. Program Belajar Siswa di Rumah tahap 2 mulai tanggal 30 Maret s.d. 12 April 2020 ;
2. Menginformasikan kepada orang-tua siswa untuk melakukan pengawasan dan memastikan putra/putrinya melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah (tidak melakukan bepergian/wisata dan/atau kegiatan lain yang tidak selaras dengan berbagai upaya pencegahan Penularan Infeksi Covid-19);
3. Memberikan pengarahan kepada Guru untuk menyusun program belajar siswa di rumah ;
4. Melakukan pengawasan dan bimbingan kepada Guru untuk memastikan program belajar siswa di rumah berjalan ;
5. Pengawasan Program Belajar di rumah menggunakan Group Whatshaaps (WA) setiap kelas ;
6. Para siswa menjalankan program belajar di rumah seperti halnya belajar di madrasah dengan rasa nyaman, santai dan bahagia ;
7. Beban dan kadar waktu Program Belajar Siswa di rumah kurang lebih selama 60 menit ;
8. Program Belajar Siswa harus meliputi kegiatan Pembiasaan dan Pengetahuan ;
9. Program  Pembiasaan dengan mengisi mutabaah yang sudah ditentukan ;
10. Program Belajar Siswa diharapkan mampu memotivasi siswa untuk selalu beribadah, belajar, membantu orang-tua dan berperilaku hidup sehat dan bersih ;
11. Program Belajar Siswa di rumah harus mempunyai kesan menyenangkan dan mengasyikan ;
12. Guru melakukan kerjasama dengan orang-tua untuk melaksanakan program belajar siswa yang sudah tersusun ;
13. Orang-tua atau wali harus mengawasi dan mendampingi siswa untuk melaksanakan program belajar siswa di rumah ;
14. Bentuk pengawasan guru terhadap program belajar siswa di rumah bisa dengan menanyakan ke orang-tua, baik dalam sms/telephone/chat medsos ;
15. Kegiatan siswa dalam program belajar di rumah sebagian harus terdokumentasikan, baik berupa foto, rekaman suara atau video. Pengiriman foto/video bisa langsung kirim WA guru kelas masing-masing ;
16. Menjelang masuk ke sekolah, Guru harus mengkonfirmasi ke Orang-tua untuk menanyakan terselesaikan atau tidaknya program belajar siswa di rumah.

#siswamadrasahdiniyahfokustingkatkanimantaqwa
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X