berita

Muda Mendunia Era 4.0 : Closing Ceremony 76 Fest

Garut – Penyelenggaraan 76 Festival Pesantren Persis Tarogong menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan RG UG MA Persis Tarogong. Kamis (30/01/20) merupakan Closing Ceremony 76 Festival, dalam kegiatan penutupan dihadirkan Sherly Annavita, Edwin Khadafi dan Ali Sastra.

Dalam Closing Ceremony ini diambil tema “Muda Mendunia Era 4.0”. Sebelum Closing Ceremony dari para pemateri para hadirin disuguhi penampilan kreativitas Angklung Anak TK Persis Tarogong.

Dalam pemaparan awal yang disampaikan, Sherly Annavita memberikan semangat dan motivasi kepada anak muda untuk senantiasa mempersiapkan diri agar bisa meraih masa depan. Karena kesempatan akan hinggap kepada anak anak muda yang mempersiapkan diri.

Selain mempersiapkan diri yang harus dilakukan anak muda, Sherly Annavita pun memberikan gambaran mengenai tipe manusia dalam memandang dunia. Pertama manusia dengan sikap pesimis, tipe manusia seperti ini akan mengerdilkan dirinya meskipun dalam dirinya terdapat berbagai bakat. Kedua adalah manusia dengan tipe positif, manusia tipe ini akan senantiasa memandang dunia ini dengan sikap dan prilaku yang baik. Ketiga adalah manusia dengan tipe progresif, manusia dengan tipe ini akan senantiasa keep going keep moving, memiliki berbagai ide kreatif dan solutif dengan selalu terjadi perubahan pembaharuan dengan sikap optimis.

Dalam pandangan Sherly Annavita, Indonesia kini berada di peringkat 61 dari 73 negara di dunia dalam hal literasi. Dengan data tersebut Sherly menginginkan anak muda untuk terus berubah agar masa depan anak muda Indonesia maju lebih baik di masa depan. “Yang mahal dari karya itu adalah eksekusinya. Kita harus berani untuk terus melakukan perubahan baik dengan revolusi maupun secara evolusi. Kaum muda adalah pilihan sikap, putus asa atau melakukan perubahan”.

Edwin Khadafi dalam pemaparannya mengulas mengenai kaum muda yang harus tampil dan mampu menguasai tiga panggung. Panggung yang harus dikuasai oleh anak muda dalam hal ini kaum muda islam adalah panggung negara, panggung sivil society dan panggung ekonomi.

Untuk mewujudkan penguasaan terhadap panggung tersebut kaum muda harus memiliki visi ke depan dalam arti memiliki visi akhirat. Visi akhirat ini tentunya harus mengoptimalkan modal utama, modal utama ini adalah dunia. Dunia adalah sebagai modal untuk menggapai hal yang jauh yaitu akhirat. Dunia ini menurutnya tidak bisa disikapi dengan sikap yang santai santai saja.

“Dunia adalah modal untuk menggapai yang jauh yaitu kampung akhirat. Dunia tempat beramal tidak bisa disikapi dengan santai santai saja, kita harus bervisi akhirat untuk membangun kekuatan ekonomi sehingga panggung dunia yaitu negara, sivil society dan ekonomi akan dikuasai”.

#mudamendunia76fest
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X