berita

Pesantren Persis Tarogong Terima Study Banding Pesantren Persis Cempaka Warna Tasikmalaya

Garut – Pesantren Persis Tarogong menerima kunjungan Study Banding Pesantren Persis Cempaka Warna Tasikmalaya. Study Banding ini dilaksanakan pada hari Kamis (14/11/19) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Pesantren Persis Tarogong.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ust H. Drs. Aep saepudin, Ust yusuf Awaludin, S. Pd. I, H. Dedi, SE, Ust Zaenal Muttaqin, S.Pd dan Eman Suparman, S.Pd.I. yang mewakili Pesantren Persis Cempaka Warna. Sementara dari Pesantren Persis Tarogong yang ikut hadir yaitu H.Mohammad Iqbal Santoso, Ustadz Diponegoro, Ustadz Yasir Ismail, Ustadz Pahad Nurdiansyah, Ustadz Adung Abdurrahman juga Ustadzah Erah Aisyah.

Drs. H. Aep Saepudin selaku Mudir Am Pesantren Persis Cempaka Warna menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan ini sebagai bentuk silaturahmi antar Pesantren Persis. Selain itu kunjungan inipun untuk menggali berbagai sistem dan managemen yang ada di Pesantren Persis Tarogong.

“Kita bermaksud untuk bersilaturahmi. Selain itu kita juga ingin mengetahui berbagai informasi dan sistem pengelolaan Pesantren yang ada di Pesantren Persis Tarogong. Dengan harapan sistem yang sudah diterapkan di Pesantren Persis Tarogong bisa diaplikasikan di Pesantren Persis Cempaka Warna”, jelasnya

H. Mohammad Iqbal Santoso dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hal terkait sistem pengelolaan Pesantren Persis Tarogong. Ustadz Iqbal menjelaskan bahwa Pesantren itu memiliki fungsi yaitu sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, lembaga sosial kemasyarakatan dan lembaga sosial ekonomi.

Selain harus memiliki fungsi, Pesantren juga memiliki modal. Modal Pesantren ini diantaranya modal utama yaitu sarana, sumber daya manusia, sistem pendidikan. Selain modal utama ada juga modal sosial yaitu kepercayaan dari masyarakat, jaringan, nilai (value) juga budaya tradisi.

Namun demikian, menurut Ustadz Iqbal Pesantren juga memiliki kendala yang dihadapi. Kendala Pesantren itu secara umum berkaitan dengan prasana yang minim, sumber daya profesional yang rendah, management lemah, kurikulum standar tidak jelas, sumber dana terbatas dan perkembangan yang tersendat.

” Pesantren juga memiliki tantangan, tantangan pesantren itu adalah perkembangan iptek, persaingan global, pergeseran norma budaya, juga perubahan struktur di masyarakat. Namun demikian kita harus mampu menterjemahkan keinginan masyarakat terhadap Pesantren. Harapan masyarakat kepada Pesantren itu adalah anaknya berilmu agama, berilmu pengetahuan setara SMA, ingin anaknya sholeh dan lebih baik dari orang tuanya “, jelasnya

Selanjutnya Ustadz Iqbal menjelaskan mengenai perkembangan pesantren. Ada beberapa perkembangan pesantren mulai dari pesantren salafi, modern juga kontemporer. Terakhir Ustadz Iqbal mencermati program program dari pemerintah. Menurutnya program pemerintah itu bisa berdampak baik bisa juga berdampak buruk terhadap pesantren. Program pemerintah yang berdampak tersebut seperti sertifikasi guru, akreditasi sekolah, bantuan operasional sekolah, ujian nasional.

#studybandingpesantrencempakawarna
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X