berita

Siapkan Kader Dakwah Jam’iyyah : PC Pemuda Persis Tarogong Kidul Gelar Ma’ruf

Garut – Perjuangan yang tidak melibatkan generasi muda adalah perjuangan yang mandul. Sedang pemuda yang tidak terlibat dalam perjuangan adalah generasi pemutus garis sejarah. Perjuangan dakwah menyeru manusia ke jalan Allah adalah perjuangan sepanjang sejarah. Keterputusan kaderisasi akan berakibat keterputusan generasi perjuangan dakwah di pentas sejarah.

Untuk menyiapkan kader pelanjut dakwah jam’iyyah ini Pimpinan Cabang Pemuda Persis Tarogong Kidul bekerjasama dengan Pesantren melaksanakan Masa Ta’aruf (Ma’ruf) yang dikhususkan bagi asatidz muda yang mengajar di Pesantren Persis Tarogong. Ma’ruf ini dilaksanakan pada hari Sabtu (16/04) 2022 yang diikuti oleh 22 asatidz muda utusan dari Diniyah, SDIT 1 & 2, Tsanawiyah, Mualimin. Ma’ruf ini mengusung tema : “Optimalisasi Gerakan Pemuda Persatuan Islam dalam Dakwah Jam’iyyah” dan Ma’ruf ini dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pesantren Persis Tarogong dengan dua materi yang disampaikan yaitu Tauhid sebagai Dasar Gerakan dan Wajah Wijhah Pemuda Persis.

Muhammad Nur Siddiq, M.Ag Ketua PC Pemuda Persis Tarogong Kidul menyatakan bahwa penyiapan kader adalah sebuah keharusan agar dimasa yang akan datang dakwah islam melalui jam’iyyah ini bisa terus berjalan. Salah satu gerbang masuk Pemuda Persis itu adalah dengan mengikuti masa ta’aruf (Ma’ruf) agar pemuda yang akan menjadi kader Persis ini memahami Persis dengan baik.

“Jika berkaca pada sejarah, dahulu kesadaran menyiapkan kader ini sudah dilakukan oleh para pendiri dan tokoh Persis. Kesadaran ini telah memotivasi para ulama pembaharu Islam yang bergabung dalam organisasi dakwah Persatuan Islam (Persis) yang berpusat di Bandung untuk mengkader para pemuda Islam potensial zaman itu menjadi pejuang-pejuang dakwah yang mengajak kaum Muslimin kembali kepada kemurnian ajaran Islam berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah”, jelasnya

Dalam kesempatan Ma’ruf ini dua materi yang disampaikan pertama Tauhid sebagai landasan pergerakan yang disampaikan oleh Uus Suhendrik, Lc dan Wajah Wijhah Pemuda Persis oleh Mumad Nurjaman, MH. Dalam kesempatan tersebut Mumad Nurjaman yang merupakan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Persis masa Jihad 2019-2022 menjelaskan sejarah lahirnya Pemuda Persis.

Secara resmi organisasi Pemuda Persatuan Islam berdiri pada tanggal 22 Maret 1936 di Bandung sebagai organisasi otonom dari Persatuan Islam (Persis). Dalam gerak dakwahnya sampai dengan sekarang, Pemuda Persatuan Islam telah mengalami pasang surut perjuangan dan timbul tenggelam di pentas dakwah nasional seiring dengan perubahan situasi zaman dan tantangan perjuangan. Sejak masa penjajahan Belanda, masa pendudukan Jepang, masa Orde Lama, masa Orde Baru hingga masa Reformasi sampai Muktamar yang ke-13 di Bandung, Pemuda Persis telah dinakhodai oleh beberapa angkatan generasi muda pejuang dakwah yang silih berganti.

Dimulai dari generasi pertama binaan tuan A. Hassan seperti Mohammad Natsir dan kawan-kawan yang merupakan kader-kader Pemuda Persis sebelum terorganisasi (1923-1936); dilanjutkan oleh generasi berikutnya berturut-turut; masa kepemimpinan Djoedjoe Danuwikarta, Rusyad Nurdin, dan Eman Sar’an (1936- 1942); masa kepemimpinan A. Latief Mukhtar dan kawan-kawan (1953-1956); masa kepemimpinan Yahya Wardi dan kawan-kawan (1956-1962); masa kepemimpinan Suraedi dan kawan-kawan (1962-1967); masa kepemimpinan Yaman AS dan kawan-kawan (1967-1981); masa kepemimpinan Ikin Shodikin dan kawan-kawan (1981-1990); masa kepemimpinan Drs. Entang Muchtar ZA dan kawan kawan (1990-1995); masa kepemimpinan Atip Latiful Hayat dan kawan-kawan (1995-2000); masa kepemimpinan Uus M Ruhiyat dan kawan-kawan (2000-2005); masa kepemimpinan Jeje Jaenudin Amsari dan kawan-kawan (2005-2010); masa kepemimpinan Dr. Tiar Anwar Bachtiar M. Hum dan kawan-kawan (2010-2015); dan tongkat kepemimpinan selanjutnya berada pada generasi kedua belas di bawah nakhoda jam’iyyah H. Eka Permana Habibillah dan kawan-kawan yang diberi amanah memimpin jam’iyyah ini dari tahun (2015-2020). Dan kepemimpinan Pemuda Persatuan Islam (2021-2026) oleh Ibrahim Nasrulhaq Al Fahmi.

Untuk di Kabupaten Garut sendiri Pemuda Persis sudah resmi berdiri sejak tahun 1964, hingga tahun 2021 sekarang Pemuda Persis memiliki 23 Cabang Pemuda Persis, ini artinya Pemuda Persis sudah ada di 23 Kecamatan se Kab Garut. Periode awal Pemuda Persis lahir dipimpin oleh Yusuf Basyari (1964-1970); kemudian dilanjutkan masa kepemimpinan Ade Idad Burhan (1990-1996); kemudian masa kepemimpinan Dadan Munawar (1996-1999); masa kepemimpinan Hudan Mushafudin (1999-2004); Endang Dahlan (2004-2006); kepemimpinan Iwan Ridwan (2006-2009); kepemimpinan Yudi Wahyudin (2009-2013); kepemimpinan Dadang Muslim (2013-2016); kepemimpinan Daden Robi Rahman (2016-2019) dan masa kepemimpinan Mumad Nurjaman (2019-2022). Dan sekarang mulai tahun (2022-2025) masa kepemimpinan Uus Suhendrik.

Sebagai organisasi kepemudaan Islam, Pemuda Persis pun memiliki visi dan misi, visi Pemuda Persatuan Islam yaitu membangun generasi muda Islam dan kaum Muslimin pada umumnya, agar mampu memahami, mengamalkan,  dan mendakwahkan aqidah, syari’ah, dan akhlak Islam berlandaskan Al-Quran dan As Sunnah dalam segala ruang dan waktu. Untuk mewujudkan visi misi itu diperlukan sebuah strategi perjuangan yang mesti dilakukan, Pemuda Persatuan Islam mengambil strategi perjuangan melalui jalur dakwah seperti melalui proses pendidikan, pembinaan, gerakan moral, intelektual, aksi sosial, serta upaya-upaya persuasif lainnya.

Di Pemuda Persatuan Islam sendiri sebagaimana organisasi lainnya memiliki ciri khas dalam gerakan juga sapaan pada setiap anggotanya. Tuan, adalah sapaan yang disampaikan kepada anggota Pemuda Persis dan kata sapaan ini mulai populer di Pemuda Persis Garut sejak masa kepemimpinan Dadang Muslim (2013-2016). Sejak saat itu sapaan kepada sesama anggota Pemuda Persis khususnya di Garut dengan menggunakan sapaan Tuan. Sapaan ini dipakai oleh Pemuda Persis sebagaimana sapaan yang disampaikan kepada tokoh Persis seperti kepada Ahmad Hassan maupun kepada Mohammad Natsir dengan sapaan Tuan Hassan. Maka dari itu sejak tahun 2013 silam sapaan kepada anggota Pemuda Persis di Garut menggunakan kata Tuan.

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X