PW Pemuda Persis Jawa Barat Sukses Selenggarakan Tafiq II

Garut – Pimpinan Wilayah Pemuda Persatuan Islam Jawa Barat sukses menyelenggarakan Tazwiidu Fityanil Qur’an Atsani (Tafiq II). Tafiq II ini diikuti oleh 19 peserta dari perwakilan Kabupaten / Kota se Jawa Barat yang dilaksanakan pada hari Jumat – Ahad, 3-5 Februari 2023 bertempat di Pesantren Persatuan Islam Tarogong Garut.

Tema yang diangkat pada kegiatan Tafiq II ini adalah Membentuk Kader Jam’iyyah yang Intelek Berjiwa Pemimpin Berorientasi Atsar Kebaikan dan Uswatun Hasanah. Dan setidaknya ada 10 narasumber yang dihadirkan untuk memberikan materi pada Tafiq II ini, diantara materinya adalah :
– Konsep dan Strategi Persis dalam Membangun Al Jama’ah
– Managemen Konflik dan Negosiasi
– Peta Politik di Jawa Barat
– Pengantar Islamic Wordlview
– Konsep Kepemimpinan Rasulullah
– Tauhid sebagai Penguat Komitmen Kejamiyahan
– al Qur’an sebagai Penguat Komitmen Kejamiyahan
– Konsep dan Tradisi Keilmuan Persis
– Dinamika Problematika Gerakan Pemikiran Islam di Indonesia

Ustadz Agus Priatna Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat menyatakan bahwa pemuda adalah kader pelanjut kebaikan di masa yang akan datang. Kader adalah orang yang dipersiapkan agar senantiasa melanjutkan jasa kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulu. “Tema yang diusung ini memiliki makna bahwa pemuda itu harus menjadi kader yang memiliki atsar kebaikan, pelanjut kebaikan di masa yang akan datang agar kebaikan kebaikan yang dilakukan founder father tidak terputus”, jelasnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Tafiq II Pemuda Persis Jawa Barat

Kemudian Ustadz Agus Priatna menambah bahwa adanya pemuda hari ini dikarenakan adanya para orang tua yang telah berjasa besar. Pemuda Persis hari ini dalam upaya untuk melanjutkan dan menjaga marwah agama, marwah jam’iyyah Pemuda Persis.

H. Mohammad Iqbal Santoso Pimpinan Pesantren Persis Tarogong menyatakan bahwa kaderisasi itu adalah keharusan dan hal yang dipersiapkan dengan berbagai macam model kegiatan yang pada intinya untuk menyiapkan generasi pelanjut. Model dari pengkaderan itu bisa dengan berbagai hal seperti kegiatan kepanitiaan, pendidikan di pesantren mulai dari kegiatan Rijalul Ghad/Ummahatul Ghad dan bisa dikembangkan dalam bentuk formal lainnya.

“Ciri khas pemuda itu adalah berfikir kreatif, memiliki keberanian, memiliki gagasan jauh ke depan. Pemuda sebagai kader harus dipersiapkan untuk menjadi kader jam’iyyah Persis yang siap mewujudkan visi misi jam’iyyah Persis”, ucapnya

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *