Pesantren Persis Tarogong Laksanakan Ta’aruf Santri Baru Secara Daring

Pesantren Persis Tarogong Laksanakan Ta’aruf Santri Baru Secara Daring

Garut – Berdasarkan keputusan dari pemerintah dan hasil dari Rapat Kerja Pesantren Persis Tarogong pembelajaran untuk tahun 2020-2021 masih dilaksanakan secara daring. Untuk itu seluruh jenjang yang ada di Pesantren Persis Tarogong mulai dari TK, SDIT 1&2, Diniyah, Tsanawiyah dan Aliyah proses ta’aruf santri barunya dilaksanakan secara daring mulai dari tanggal (13-16) Juli 2020

Pelaksanaan ta’aruf santri baru dilaksanakan secara bersamaan dengan dibuka terlebih dahulu oleh Pimpinan Pesantren Persis Tarogong H. Mohammad Iqbal Santoso melalui  channel youtube Persis Tarogong TV dan selanjutnya ta’aruf masing-masing jenjang melalui channel youtube masing-masing.

Dalam sambutannya H. Mohammad Iqbal Santoso menyampaikan hal penting kepada seluruh santri baru untuk seluruh jenjang. Bahwa seorang santri harus terlebih dahulu meluruskan niat belajar di Pesantren sebagai ibadah dalam hal mencari ilmu. Ilmu itu harus ditempuh dengan jalan jihad sehingga harus dilakukan secara serius.

“Kepada seluruh santri baru, luruskan niat untuk ibadah dalam hal ini untuk mencari ilmu di pesantren. Memiliki keinginan kuat untuk berjihad, karena dasarnya ibadah adalah jihad yang harus dilakukan secara serius.
Dengan jihad kita berharap untuk mendapatkan ridho Allah SWT sehingga apapun rintangan akan bisa dilewati dengan baik”, jelasnya

Lebih lanjut H. Mohammad Iqbal menyampaikan bahwa santri baru ini akan memasuki dunia baru, teman baru, guru baru, sehingga tidak mudah beradaptasi dengan hal baru ini. Selain itu peran orang tua sangat penting, para orang tua bisa menyertai karena dengan kerjasama antara orang tua dan pesantren bisa terwujud tujuan baik.

“Tujuan belajar di pesantren adalah membina insan berakhlaq karimah, belajar hanya karena Allah swt. Di pesantren akan dididik untuk mengutamakan Allah SWT sebagimana Rasulullah dan juga para nabi lain. Karena ilmu yang wajib pertama kali dipelajari adalah ilmu uluhiyah ( ilmu ketauhidan) sebelum ilmu ilmu lainnya. Dan sumber utama ilmu pelajaran adalah dari al Qur’an, menanamkan cinta kepada al Qur’an. Dengan mencintai Allah, menghafal al Qur’an tentu saja akan mudah “, tegasnya

Terakhir H. Mohammad Iqbal Santoso berpesan kepada seluruh santri dan para orang tua, jika ada kendala yang dihadapi selama santri belajar di pesantren bisa dikonsultasikan agar bisa mendapatkan jalan keluar terbaik.

#taarufdirumahsajapesantrenpersistarogong
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X