berita

Pesantren Persis Tarogong Terima Studi Banding Pesantren Persis Sindangkasih Ciamis

Garut – Bertepatan dengan hari selasa (01/06) 2021 Pesantren Persis Tarogong menerima studi banding Pesantren Persis Sindangkasih Ciamis. Penerimaan sendiri dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid19 dan seluruh asatidz yang hadir dengan terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh supaya benar benar dalam keadaan baik dan sehat. Proses penerimaan kunjungan ini dilakukan di aula gedung baru lantai dua oleh para pimpinan pesantren berikut para kepala jenjang pendidikan mulai dari TK, SDIT, Diniyah, Tsanawiyah, Aliyah juga Asrama putra dan putri.

Ustadz Parid Wajdi, S.Ag Mudir Am Pesantren Persis Sindangkasih Ciamis menyampaikan studi banding ini dilakukan dalam upaya menggali juga mencari informasi mengenai manajemen Pesantren Persatuan Islam khususnya Pesantren Persis Tarogong. Dipilihnya Pesantren Persis Tarogong menurutnya dikarenakan ada beberapa alasan. Pertama, karena sama sama Pesantren yang ada dibawah jam’iyyah Persis sehingga mempunyai ilmu dan guru yang relatif sama. Kedua ada kedekatan secara emosional yang sudah lama terbangun antara Pimpinan Pesantren dan Pesantren Persis Tarogong ini memiliki track record yang baik. Ketiga ingin menggali dan meniru hal hal maupun manajamen yang dikembangkan di Pesantren Persis Tarogong.

“Tujuan kami ingin menggali banyak hal berkaitan dengan manajemen yang dikembangkan oleh Pesantren Persis Tarogong. Untuk itu kami membawa seluruh asatidz yang berkepentingan baik dari jenis TK, Diniyah, SDIT, Tsanawiyah Aliyah, Asrama dan Koperasi. Sehingga total yang ikut hadir untuk kegiatan ini sebanyak 35 orang yang merupakan perwakilan dari setiap jenjang pendidikan”, jelasnya

H. Mohamad Iqbal Santoso Mudir Am Pesantren Persis Tarogong menyambut baik kegiatan studi banding yang dilakukan di Pesantren Persis Tarogong. Kemudian beliau memaparkan secara ringkas sejarah berdirinya Pesantren Persis Tarogong. Pesantren Persis Tarogong menurutnya mulai didirikan dari tahun 1960 yang awalnya adalah Madrasah At Taqwa yang didirikan oleh Memen Abdurrahman dan kemudian dikembangkan bersama Zainuddin Masdiani, Syihabudin dan Aminah Dahlan.

Kemudian pada tahun 1965 didirikan Mesjid di Bentar juga sebagai tempat pendidikan untuk jenjang  Ibtidaiyah (Madrasah Diniyah). Selanjutnya pada tahun 1967 di wilayah Bentar dibangun tiga kelas untuk jenjang Tajhijiyah dan Tsanawiyah yang dipimpin oleh syihabudin dan aminah Dahlan. Kemudian pada tahun 1980 Pesantren Persis Cabang Garut membangun komplek Pesantren di Rancabogo atas bantuan dana dari Saudi Arabia berkat Mohamad Natsir. Dan pada tanggal 2 Sya’ban 1400 H / 15 Juni 1980 diresmikan oleh Ketua Umum Persis yaitu KH. E. Abdurahman dan Mohamad Roem mewakili DDII Pusat.

Dalam mengelola Pesantren itu jelas H. Mohammad Iqbal harus senantiasa melakukan pembaharuan (tajdid). Semangat pembaharuan ini harus senantiasa dilakukan agar Pesantren bisa maju dan berkembang. Selain itu Pesantren juga harus mampu menjawab keinginan masyarakat karena pada dasarnya ketika orangtua memilih sekolah untuk putra putrinya hanya ada dua keinginan orangtua yaitu ingin anaknya sholeh dan lebih baik dari orangtuanya.

“Pesantren Persis merupakan bagi dari Jam’iyyah Persis juga bagian dari masyarakat. Pesantren harus mampu menjabarkan visi misi Persis dalam pendidikan serta mewujudkan harapan masyarakat. Dan intinya jika kita ingin berkembang dan maju harus senantiasa melakukan gerakan pembaharuan (tajdid) dan itu sebagai landasan filosofis dalam mengembangkan Pesantren untuk lebih maju lagi”, jelasnya

#studibandingpesantrenpersis
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X