berita

Idul Fitri Momentum Evaluasi & Pertagas Jati Diri Seorang Muslim

Garut – Ramadhan 1443 H telah berlalu dan pada hari Senin (2/5) 2022 / 1 Syawal 1443 H umat islam merayakan hari raya idul fitri. Sejatinya hari raya ini bukan hanya sebagai hari kemenangan juga dijadikan sebagai hari untuk mengevaluasi juga mempertegas jati diri seorang muslim sejati.

Ragam rasa muncul dalam hati setiap muslim, rasa sedih karena ditinggalkan bulan suci ramadhan, rasa khawatir jika ibadah yang telah dilaksanakan tidak mendapatkan penerimaan oleh Sang Pencipta bahkan bisa merasakan rasa sedih karena amalan untuk meraih pahala yang melimpah sudah lewat.

Untuk di Pesantren Persis Tarogong sendiri pelaksanaan hari raya idul fitri yang diawali dengan pelaksanaan sholat ied diikuti oleh masyarakat sekitar pesantren. Untuk imam dan khotib sendiri oleh Ustadz Yasir Ismail, S.Pd Ketua Pimpinan Cabang Persis Tarogong Kidul juga sebagai Bidang Pendidikan Pesantren Persis Tarogong.

Mengawali khutbah Ustadz Yasir menyampaikan bahwa hari idul fitri ini harus dijadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi ibadah yang telah dilaksanakan pada bulan ramadhan. Selain sebagai momen evaluasi hari idul fitri inipun harus dijadikan sebagai momen untuk mempertegas jati diri seorang muslim sejati.

Sebagai momen evaluasi ada ragam rasa yang muncul dari hati seorang muslim ketika ramadhan ini berlalu. Pertama adanya rasa bahagia/senang karena Allah memberikan kesempatan hidup dan melewati bulan ramadhan. Kedua ada rasa khawatir karena takut jika ibadah yang telah dilaksanakan di bulan ramadhan tidak diterima oleh Allah SWT. Ketiga rasa sedih karena ramadhan telah pergi dan kesempatan meraih pahala yang berlipat ganda sudah lewat.

“Seorang muslim sejati itu ketika melaksanakan shaum bukan hanya shaum perut dan parjinya saja. Tetapi seorang muslim ketika melaksanakan shaum hatinyapun senantiasa shaum dari keinginan duniawai, perbuatan dosa dan hatinya senantiasa bersih”, jelasnya

Hati seorang muslim harus senantiasa dalam kondisi yang bersih agar bisa selamat dunia juga selamat di akhirat kelak. Sebagimana dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat As Syura 89 “kecuali orang orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. Selain dijelaskan dalam Al-Quran juga dijelaskan dalam Al Hadist, ” Ingatklah sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh jasa, namun apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasad”.

Kondisi hati yang bersih merupakan hal yang penting yang harus senantiasa dijaga oleh seorang muslim. Salah satu cara untuk melembutkan hati itu sebagaimana dijelaskan dalam hadir yaitu dengan memberi makan kepada orang miskin dan mengusap kepala anak yatim. “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim”.

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X