berita

Warga Komplek Pesantren Rekreasi ke Kebun Kopi di Momen Idul Fitri

Garut – Sepekan pasca lebaran suasana libur idul fitri masih terasa. Di masa masa libur seperti ini ada yang masih di kampung halaman bersama keluarga, ada yang mengisinya dengan mengunjungi tempat rekreasi, mengunjungi sahabat dan keluarga dan ada yang mengisinya dengan mengamalkan sunnah Rasulullah dengan shaum syawal.

Bertepatan dengan hari Ahad 8 Mei 2022 / 7 Syawal 1443 H, warga komplek Pesantren Persis Tarogong rekreasi ke kebun kopi. Pagi hari yang cerah, sang mentari telah memberikan sinar hangatnya, sekitar lima puluhan warga berkumpul bersama untuk menuju tempat yang disepakati bersama. Opat mobil sudah siap untuk mengantarkan warga ke tempat tujuan dan yang lainnya lebih memilih untuk membawa motor pribadi sekaligus untuk menjajal kemampuan berkendara menyusuri jalan yang tidak biasa.

Setelah semua siap, jam menunjukkan pukul tujuh pagi dan semuanya berangkat. Ibu ibu berikut anak anak dan balita menggunakan mobil dan bapak bapak dan anak muda menggunakan motor. Jarak tempuh dari pesantren ke kebun kopi sekitar 13 KM untuk sampai di Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan. Setelah sampai di pemberhentian akhir, tempat pembuatan batu bata, mobil di parkir dan perjalanan dilanjut dengan jalan kaki menapaki jalan setapak.

Jalan setapak yang licin dan menanjak menjadi tantangan khusus untuk menuju kebun. Apalagi menggunakan motor, harus ekstra hati hati jika tidak waspada dalam berkendara bisa celaka. Tapi track setapak yang licin ini sangat cocok bagi yang hobi motor traile. Ada tantangan di setiap tikungannya. Selama perjalanan ibu ibu dan para gadis ada yang menggendong anak anak dan adiknya, ada yang menuntunnya. Sementara para bapak membawakan bekal makanan yang akan disantap di kebun kopi.

Menu yang disiapkan pun bermacam macam, ada juga yang membawa makanan khas di rumahnya masing-masing. Menu hidangan yang disiapkan ada sop domba, gulai domba, sate domba berikut makanan ringan dan makanan penutupnya. Sesampainya di kebun, makanan disiapkan untuk dihidangkan. Ada yang mulai bercengkrama, bercerita kondisi perjalanan, ada yang jalan jalan di sekitar kebun sambil menunggu sate domba  yang dibakar siap untuk dihidangkan. Berbagi peran dengan suasana akrab kekeluargaan, momen yang langka karena hanya beberapa kali saja bisa dilaksanakan dalam tentang waktu setahun. Anak anak pun bergembira, apalagi diadakan perlombaan memetik kopi. Siapa yang paling banyak metik buah kopi, dialah pemenangnya.

Untuk diketahui, lahan kebun kopi milik Pesantren Persis Tarogong terletak di Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, di ketinggian sekitar 1100 sampai 1200 mdpl. Ditanam sejak tahun 2011, saat ini tumbuh beberapa varietas seperti Andung Sari, P88, dan Sigararutang. Hasil panen kebanyakan disalurkan ke eksportir, dan sebagian di produksi sendiri hingga siap konsumsi.

Selain itu, untuk keperluan roastery, kopi 76 juga mengumpulkan berbagai jenis kopi dari seluruh penjuru Garut untuk kemudian di olah menjadi kopi siap konsumsi. Sehingga, kopi 76 juga dapat menyediakan kopi yang tidak hanya berasal dari Sindangpalay, tapi juga dari Papandayan, Cikuray, Talagabodas, dan berbagai wilayah lain di Garut.

Bagi penikmat Kopi, Kopi 76 yang dalam bentuk kemasan bisa diperoleh secara langsung di Pesantren atau bisa juga dibeli secara online melalui website https://kopi76.com/ ataupun bisa melalui online shop seperti Shopee / Tokopedia. Dengan harga kompetitif dan rasa nikmat khas Kopi Garut, Kopi 76.

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X