berita

Rihlah Tarbawiyah : Pesantren Persis Bangil Silaturahmi ke Pesantren Persis Tarogong

Garut – Sebagai salah satu Ormas Islam, Persatuan Islam yang fokus bergerak dalam dakwah dan pendidikan memiliki lembaga pendidikan yang diberi nama Pesantren. Pesantren pertama yang didirikan adalah Pesantren Persis 1-2 Pajagalan Bandung dan Pesantren Persis Bangil bisa dikatakan Pesantren kedua yang dimiliki oleh Persatuan Islam pada masa awal sebelum Indonesia Merdeka.

Pada hari Jumat (17/06) 2022 / 17 Zulqa’dah 1443 H Pesantren Persis Bangil silaturahim dalam rangka Rihlah Tarbawiyah ke Pesantren Persis Tarogong. Rombongan tiba di Pesantren Persis Tarogong Garut pada sore hari pukul 16.00 WIB. Setibanya di lokasinya, para santri putri sebanyak 60 orang dan para asatidznya disambut dan berkeliling sekitar Pesantren.

Setelah berkeliling kemudian acara dilanjutkan di Masjid Al Amanah untuk prosesi sambutan dari setiap perwakilan Pesantren. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Suhud Hasanuddin Wakil Mudir Am Pesantren Persis Bangil menyampaikan bahwa silaturahmi ini dalam rangkaian kegiatan Rihlah Tarbawiyah yang dilakukan mulai 6-20 Juni 2022 oleh Pesantren Persis Bangil untuk santri putri. Beberapa lembaga pendidikan yang ada di Persis menjadi tujuan rihlah diantaranya adalah PPI 67 Benda Tasikmalaya, PPI 99 Rancabango, PPI Tarogong, PPI Ciganitri, PPI Pajagalan, STAIPI Bandung, PP HIMI Persis dan PP Persis.

“Rihlah Tarbawiyah ini sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bagi para santri karena proses pembelajaran itu tidak hanya di kelas tetapi juga dengan jalan silaturahmi menggali ilmu dari Pesantren lainya yang ada di Persis”, jelasnya

Dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pesantren Persis Tarogong H. Mohammad Iqbal Santoso menyampaikan seputar Pesantren mulai dari sejarah, visi misi berikut sejarah pendirian Pesantren Persis Tarogong. Pesantren Persis harus mampu untuk menjabarkan visi misi Persis karena lembaga pendidikan yang ada di bawahnya.

Pesantren itu harus bisa menjadi lembaga pendidikan maju, unggulan dan favorit bagi masyarakat. Sehingga Pesantren ini menjadi pilihan pertama bagi masyarakat bukan sekolah bagi anak buangan yang tidak diterima di sekolah negeri. Untuk menjadi unggulan tentunya harus senantiasa belajar, berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Pesantren itu harus menjadi lembaga unggulan. Mulai dari sumber daya manusianya, santrinya, sarananya, kurikulumnya dan lainnya. Dengan keunggulan ini maka Pesantren akan menjadi pilihan pertama masyarakat sebagai tempat mendidik anak anaknya”, jelasnya

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X