berita

Pesantren Terima Kunjungan BRIN : Sharing Informasi Tentang Pencegahan Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Garut – Pesantren Persis Tarogong menerima kunjungan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Dalam kegiatan kunjungan di Pesantren Persis Tarogong BRIN melaksanakan tugas pelaksanaan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan kebijakan pembangunan manusia dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan untuk perencanaan pembangunan nasional. Salah satu bahasan penting dalam kunjungan BRIN ini adalah penyusunan naskah kebijakan strategi pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan.

Beberapa yang turut hadir dalam kegiatan sharing data pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan adalah Bidang Pendidikan, Bidang SDI, Mudir Satuan Pendidikan dan Kepala Asrama berikut tujuh orang peneliti dari BRIN. Kegiatan sharing data berkaitan dengan pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan ini dilaksanakan pada hari Rabu (05/10) 2022 bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Pesantren.

Ustadz Yasir Ismail, S.Pd Tim Penyusun Dokumen Pengembangan Pesantren Ramah Anak menjelaskan bahwa Pesantren sejak tahun 2010 punya program Pesantren Ramah Anak dan sudah dibuatkan dokumen sehingga dokumen ini yang diminta oleh BRIN dalam proses penyusunan naskah kebijakan startegi pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan. Dengan adanya dokumen ini maka Pesantren terpilih sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dijadikan rujukannya.

Ada beberapa hal penting dalam pengembangan Pesantren Ramah Anak itu, diantaranya adalah latar belakang Pesantren Ramah Anak. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang hadir seiring dengan hadirnya Islam di indonesia. Pesantren juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pesantren. Sehingga program pengembangan pesantren ramah anak merupakan salah salah satu solusi  bagi pesantren dalam pengembangan sistem pengajaran, pembinaan dan pengasuhan terhadap santri.

“Tujuan Pesantren Ramah Anak itu adalah pertama menciptakan pesantren yang menyenangkan sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar. Kedua menciptakan pesantren dan lingkungan sekitar aman nyaman dan khusus dalam beribadah, tidak ada tekanan. Ketiga menciptakan pesantren yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan santri, menyalurkan minat bakat juga terbebas dari ketakukan dan tekanan “, jelasnya

Selain tujuan hal penting dalam pengembangan   Pesantren Ramah Anak adalah penerapan prinsip. Setidaknya ada tujuh prinsip penting yaitu pesantren untuk anak, anak adalah subjek, kepentingan terbaik untuk anak, non diskriminasi, partisipasi aktif, hak pengembangan dan kelangsungan hidup, terakhir anak adalah bagian dari masyarakat dan lingkungan.

Program pesantren ramah anak itu tiada lain dalam rangka memberikan fasilitas kepada santri agar mereka betah belajar di pesantren, ibadahnya tumaninah, hidupnya disiplin dan kreatif atau motekar.

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X