Kunjungan Coffee Roasters Jepang ke Pesantren PERSIS Tarogong
PERSISTAROGONG.COM, GARUT โ Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) Tarogong melalui unit usaha pengembangannya, Kopi Tujuhenam, menerima kunjungan delegasi para pembeli kopi (coffee roasters) asal Jepang pada Rabu (08/07/2026). Kunjungan internasional ini merupakan bagian dari rangkaian program “Origin Trip to Indonesia” yang diinisiasi oleh Typica, perusahaan perdagangan kopi terkemuka asal Jepang.
Kedatangan delegasi yang terdiri dari para pengusaha dan roaster dari Kurasu, Nichi Nichi Coffee, Soyogo Coffee, serta Kitahama Port Roasters ini bertujuan untuk memperkuat keterbukaan dan keterlacakan (traceability and transparency) dalam industri kopi spesialti. Melalui kunjungan langsung ke sumbernya, para roaster Jepang dapat memastikan secara presisi asal-usul varietas, kualitas pengolahan, dampak lingkungan, hingga cerita pemberdayaan di balik setiap biji kopi yang mereka beli sekaligus melanjutkan kerja sama perdagangan yang telah terjalin sejak tahun 2025.
Dalam agenda kunjungan di Garut, tim Kopi Tujuhenam mengajak para tamu menjelajahi perkebunan kopi arabika di kawasan Sindangpalay, Karangpawitan (coffee farm tour). Tidak hanya sekadar melihat proses budidaya, para roaster asal Jepang ini juga diajak terlibat langsung dalam aksi peremajaan kebun melalui penanaman ulang (replanting) bibit pohon kopi arabika baru.

Selain eksplorasi kebun, para delegasi juga diajak mengelilingi kompleks Pesantren PERSIS Tarogong untuk mengenal lebih dekat dinamika kehidupan para santri, sistem pendidikan, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pengelolaan pesantren.
Rangkaian “Origin Trip to Indonesia” ini sendiri mencakup lintasan Jawa Barat, di mana Typica dan para mitranya mengawali kunjungan dari Java Frinsa Estate di Pangalengan, dilanjutkan ke Kopi Tujuhenam di Garut, dan diakhiri di Kopi Bunar, Tasikmalaya.
Pengelola Kopi Tujuhenam, Bakti Islam, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi pengasuh dan pengelola unit usaha pesantren untuk terus meningkatkan standar mutu serta tata kelola kebun.
“Kerja sama dan kunjungan langsung dari para roaster Jepang ini bukan sekadar urusan jual-beli komoditas, melainkan bentuk kepercayaan terhadap tata kelola dan kualitas kopi yang kami kembangkan. Kami ingin menunjukkan bahwa pesantren mampu mengelola aset secara professional dan berdaya saing di pasar internasional, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar dan kemandirian institusi,” ujar Bakti Islam.
Kunjungan ini menegaskan bahwa unit usaha milik pesantren memiliki daya saing tinggi yang mampu menembus pasar global tanpa mengesampingkan nilai-nilai sosial dan ekologis.
Pengembangan aset produktif seperti Kopi Tujuhenam menjadi manifestasi nyata dari ikhtiar memperkuat kemandirian ekonomi lembaga. Ke depan, Pesantren PERSIS Tarogong berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi-potensi usaha berbasis pemberdayaan masyarakat agar kebermanfaatan pesantren dapat dirasakan lebih luasโbaik dari sisi ekonomi, sosial, maupun dakwah keagamaan.
Dokumentasi : Instagram
