| | | | | |

MA Persis Tarogong Gelar Sidang Kartul, 297 Santri Angkatan 42 Tuntaskan Ujian Akademik

PERSISTAROGONG.COM –  Sebanyak 297 santri kelas XII Angkatan 42 Madrasah Aliyah (MA) Persis Tarogong resmi menyelesaikan salah satu tahapan krusial dalam rangkaian penyelesaian masa studi mereka, yaitu Sidang Karya Tulis Ilmiah (Kartul). Agenda diselenggarakan pada Sabtu (19/9) ini menjadi instrumen evaluasi akademis untuk mengukur kompetensi, kedalaman riset, serta keterampilan berpikir kritis para santri menjelang masa kelulusan.

Penyusunan Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas wajib yang menuntut kedisiplinan dan kecermatan tinggi. Dalam prosesnya, para santri diwajibkan mampu menyusun gagasan secara logis, menyajikan fakta ilmiah secara objektif, serta menerapkan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan baku. Rangkaian pengerjaan naskah ini secara umum memakan waktu satu hingga satu setengah bulan.

Pelaksanaan persidangan tersebut menghadirkan dinamika emosional tersendiri bagi para peserta. Ketegangan, kecemasan, hingga rasa gugup melingkupi para santri sewaktu melangkah masuk ke ruang persidangan. Beberapa santri bahkan mengungkapkan bahwa atmosfer di dalam ruangan sempat terasa amat mendebarkan akibat tingginya bobot akademis yang diuji. Namun, suasana kaku tersebut perlahan mencair seiring berlangsungnya dialog interaktif yang komunikatif dan edukatif bersama dewan penguji.
Perasaan lega yang amat sangat—atau yang biasa diungkapkan dengan istilah “plong”—seketika menyeruak usai para santri keluar dari ruang sidang. Kebanyakan peserta mengapresiasi jalannya persidangan yang ternyata berlangsung lebih kondusif dari yang dibayangkan. Di samping kesiapan akademis, para santri menyadari bahwa kelancaran proses persidangan ini tak lepas dari dorongan moral, dukungan fasilitas, serta doa yang tak pernah putus dari para orang tua.

Bagi pihak madrasah, agenda Sidang Kartul bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif demi meraih ijazah semata. Lebih dari itu, momentum persidangan ini menjadi wahana penempaan mentalitas, pembentukan sikap akademis yang bertanggung jawab, serta penguatan keberanian berargumentasi. Pengalaman berharga ini diharapkan menjadi fondasi karakter yang kokoh bagi seluruh santri Angkatan 42 MA Persis Tarogong sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi. [Triana]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *