Fun Learning Masa Darurat Covid-19 ala Siswa SDIT Persis Tarogong

Fun Learning Masa Darurat Covid-19 ala Siswa SDIT Persis Tarogong

Garut – Penghujung tahun 2019 dunia dikejutkan dengan sebuah realita munculnya virus yang menyebar sangat cepat bernama Covid-19. Kecepatan tersebarnya virus tersebut telah merubah tatanan berbagai bidang kehidupan di masyarakat, salah satunya dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran banyak yang berubah dari perencanaan awalnya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Para siswa berbagai sekolah di sejumlah daerah diperintahkan untuk belajar di rumah, ada yang menerapkan 2 pekan bahkan bahkan telah diperpanjang sampai periode 12 April 2020. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran virus corona yang telah meluas. Penutupan sekolah dilakukan guna mengantisipasi penularan virus corona pada anak-anak, dengan mengurangi interaksi orang dalam jumlah besar, diharapkan memperkecil peluang penularan.

Shofi Shofiah, S.Pd.I Kepala Sekolah SDIT Persis Tarogong menjelaskan bahwa belajar di rumah tidak berarti memberikan tugas yang sangat banyak kepada para siswa, tetapi menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Dasar pembelajaran di rumah diakomodir oleh orang-tua dan guru,  ini berarti orang tua memiliki peran penting untuk memantau kegiatan anak selama sekolah diliburkan.

Kegiatan belajar jarak jauh dalam jaringan (daring) ini terlaksana pula di SDIT Persis Tarogong. Dengan tema “FUN LEARNING DI ERA COVID – 19” dalam kegiatan belajar di rumah para siswa SDIT Persis Tarogong dibimbing orang tua di rumah dan kegiatannya dilaporkan kepada guru setiap hari.

Adapun yang menjadi tujuan dilaksanakannya kegiatan pembelajaran jarak jauh ini diantaranya :
1. Meningkatkan  kerjasama yang baik antara orang tua, guru dan peserta didik untuk belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus Covid-19;
2. Memastikan anak secara personal mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhann anak;
3. Menumbuhkan sikap atau nilai-nilai karakter Islami, dengan meningkatnya dalam beribadah diantaranya tadarrus Al Quran, shalat berjamaah, beramal shaleh, serta ,memiliki akhlak yang baik;
4. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari;
5. Membiasakan peserta didik untuk menjadi seorang pembelajar.

“Kegiatan belajar di rumah ini sudah sesuai dengan penerapan empat pilar pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning together. Ini adalah kesempatan emas bagi para orang tua untuk membersamai anak-anaknya dalam membimbing, memotivasi, mengarahkan ketika anak-anak belajar dan beramal soleh di rumah masing-masing”, jelasnya

Terakhir marilah kita mengambil hikmah dari kejadian ini sehingga kebaikan saja yang dapat kita temukan. Semoga kebijakan belajar di rumah ini sebagai blessing in disguies kasih sayang Allah bagi kita agar dapat lebih mencurahkan kasih sayang kita dalam bentuk tarbiyah kepada anak-anak kita.

#funlearningmasacovid19sditpersis
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X