| |

Cerdas Finansial Sejak Dini: Siswa MTs Persis Tarogong Diajak Tekan Gengsi dan Bijak Kelola Uang

PERSISTAROGONG.COM MTs Persis Tarogong sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan remaja bertajuk “Remaja Cerdas Mengelola Keuangan dan Saku” pada Kamis, 17 September. Bertempat di Aula Syihabuddin, acara yang mengusung tema “Mengendalikan Gengsi dan Tekanan Teman Sebaya Demi Keuangan yang Sehat” ini menghadirkan narasumber pakar keuangan, Shadra Kusumanagara, S.E.
Kegiatan ini bertujuan membekali para santri dengan pemahaman manajemen keuangan pribadi agar mampu mengontrol pengeluaran dan membentengi diri dari pengaruh gaya hidup konsumtif.

Dalam pemaparannya, Shadra membagikan konsep dasar cash flow pattern  dan mengajarkan peserta untuk membedakan antara aset serta beban.
Beban/Liabilitas yaitu pengeluaran yang terus menguras uang saku tanpa memberikan nilai tambah finansial, seperti utang konsumtif atau belanja impulsif demi mengikuti tren.
Sedangkan aset yaitu barang atau modal yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan, seperti kamera yang disewakan atau instrumen investasi.

 “Prinsipnya sederhana, kalau mau keuangan kita sehat, pengeluaran itu tidak boleh lebih besar daripada pemasukan,” tegas Shadra Kusumanagara di hadapan para peserta.

Guna membendung tekanan teman sebaya, Shadra mengenalkan formula pembagian uang (budgeting) sederhana:
50% untuk kebutuhan utama (needs).
20% disisihkan untuk tabungan dan investasi.
30% dialokasikan untuk keinginan atau hobi (wants).Ia mengingatkan peserta untuk selalu disiplin membedakan kebutuhan dan keinginan serta mulai menetapkan skala prioritas sejak dini.

Sesi diskusi berlangsung hidup dengan beragam pertanyaan kritis dari para santri.
Dampak Utang (Pertanyaan dari Yudistira) Shadra menjelaskan bahwa utang konsumtif yang melebihi kapasitas pemasukan sangat merusak struktur keuangan. Namun, utang yang difungsikan sebagai modal usaha produktif dapat bernilai positif jika dikelola secara terhitung.
Langkah Awal Berinvestasi (Pertanyaan dari Aslam, Siswa MTs)  Shadra menyarankan agar remaja memulainya dari nominal kecil terlebih dahulu untuk belajar memahami risiko, ketimbang mempertaruhkan seluruh tabungan tanpa analisis yang matang.
Melalui kegiatan di Aula Syihabuddin ini, seluruh siswa MTs Persis Tarogong diharapkan mampu menerapkan kebiasaan finansial yang bijak, terbiasa mencatat alur kas, serta tidak ragu menurunkan gengsi demi mewujudkan masa depan finansial yang sehat. [Triana]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *