Kenali Bakat dan Gaya Belajar Anak, SDIT Persis Tarogong 1 & 2 Gelar Sosialisasi Psikotes Kelas 1
PERSISTAROGONG.COM— SDIT Persis Tarogong 1 dan 2 menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Program Sekolah dan Hasil Psikotes Santri Baru” bagi para orang tua murid kelas 1. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah, tim psikolog dari Lembaga Psikologi Puspanadin, serta para orang tua santri baru.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDIT Persis Tarogong 2 menekankan pentingnya mendampingi santri di masa transisi dari Pendidikan Anak Dini (PAUD/TK) menuju Sekolah Dasar (SD).
“Kelas 1 adalah masa adaptasi yang besar bagi anak, baik dari segi jam belajar maupun rutinitas. Psikotes ini kami selenggarakan bukan untuk memberi label pintar atau kurang pintar, melainkan sebagai ‘kompas’ awal bagi kita semua,” ujar Adah
Pihak sekolah menjelaskan bahwa hasil tes ini menjadi panduan untuk memetakan tiga hal utama:
- Gaya Belajar: Membantu melihat apakah anak lebih efektif belajar secara visual, auditorial, atau kinestetik.
- Deteksi Potensi Dini: Mengenali kelebihan dan bakat alamiah anak agar dapat dibimbing dengan tepat.
- Hambatan Belajar: Mengidentifikasi sejak awal jika ada tantangan belajar sehingga solusinya bisa dicari bersama.
“Kami berharap orang tua menyikapi hasil ini dengan bijak. Jangan membandingkan perkembangan anak satu dengan yang lain, karena setiap anak memiliki waktu mekar dan keunikannya masing-masing,” imbau Kepala Sekolah kepada para orang tua.
Pemaparan materi utama dipandu oleh Inasya Syarifatul Nisa, S.Psi., bersama narasumber Tutun Widyanti, S.Psi., Psikolog (Founder Puspanadin & Psikolog Klinis). Dalam sesi tersebut, dijelaskan bahwa pengukuran psikotes menggunakan metode standar Wechsler yang terstandardisasi oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Tutun Widyanti memaparkan skala klasifikasi inteligensi anak sebagai berikut:
- Di Bawah 69: Intellectual Disability (Disabilitas Intelektual)
- 70 – 79: Borderline
- 80 – 90: Below Average (Di Bawah Rata-Rata)
- 91 – 109: Average (Rata-Rata)
- 110 – 119: Above Average (Di Atas Rata-Rata)
- 120 – 129: Superior (Jauh Di Atas Rata-Rata)
- ≥ 130: Very Superior
“Tujuan utama pemetaan ini adalah agar guru di sekolah dan orang tua di rumah memiliki pemahaman yang sama. Ketika kita tahu pemetaan ini, pendekatan pendampingan yang kita berikan bisa lebih presisi dan penuh kasih sayang,” jelas Tutun Widyanti, S.Psi., Psikolog.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua murid makin kuat dalam mendukung tumbuh kembang serta potensi terbaik setiap siswa. [Triana]
