Perkuat Sinergi Pendidikan, Muallimin Persis Tarogong Gelar Sosialisasi Wali Santri Kelas X
PERSISTAROGONG.COM — Pada tanggal 12 September 2026, Mu’allimin Persis Tarogong menyelenggarakan kegiatan sosialisasi aturan kesantrian dan program kurikulum bagi para orang tua/wali santri kelas X. Acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pihak pesantren dan wali santri dalam pembentukan karakter serta pencapaian akademik peserta didik baru.
Pada sesi pertama, Ustaz Trisna Aryana, S.Pd., memaparkan sosialisasi program kesantrian. Dalam penjelasannya, beliau menekankan pentingnya kedisiplinan serta adab santri, mulai dari aturan berpenampilan hingga tata kelola tata tertib di lingkungan pesantren. Pihak pesantren secara tegas mengatur standar kerapian seragam, larangan penggunaan aksesori berlebihan, pewarnaan rambut/kuku, serta ketentuan gaya rambut santri putra yang rapi dan syar’i.
Selain itu, Ustaz Trisna memaparkan aturan ketat terkait penggunaan perangkat elektronik (gadget). Santri hanya diperkenankan membawa gawai atas izin resmi sekolah dan orang tua. Penertiban gawai juga terus dilakukan melalui razia berkala untuk meminimalkan penyalahgunaan teknologi. Bagi santri yang melanggar, pesantren menerapkan konsekuensi edukatif yang berorientasi pada nilai ibadah, seperti kewajiban menempati saf pertama di masjid serta menjadi duta masjid.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula dua program unggulan bagi santri kelas X:
Muhayyam Tarbawi: Kegiatan pembinaan karakter di luar sekolah yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Botani Muskem.
Du’at Camp: Program pengkaderan dai yang dilaksanakan pada semester kedua sebagai bekal dakwah santri sebelum memasuki bulan Ramadan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan kurikulum yang disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Ustaz Yasin Nurdin, S.Pd.I. Beliau memaparkan gambaran umum kegiatan pembelajaran, kebijakan evaluasi, dan standar penilaian. Melengkapi paparan tersebut, Ibu Destia Khoerunnisa turut hadir untuk menjelaskan prosedur pemilihan kelompok mata pelajaran. Beliau memberikan panduan agar pemilihan mata pelajaran tersebut dapat diselaraskan dengan potensi dan arah karir para santri di masa depan.
Beralih pada aspek manajerial, Ustadz Dindin Mujahidin mengambil alih sesi berikutnya untuk memaparkan sistem keadministrasian pesantren. Beliau secara khusus menyosialisasikan penggunaan aplikasi “SIAP”, sebuah sistem informasi terpadu yang dirancang untuk memudahkan para wali santri dalam mengakses layanan administrasi dan memantau perkembangan putra-putrinya secara digital.
Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian sosialisasi, acara diakhiri dengan sesi pemaparan motivasi yang disampaikan oleh Sabrina Fajria. Sesi terakhir ini diberikan untuk menyuntikkan semangat moral dan spiritual bagi para orang tua dan santri.

“Pendidikan di pesantren bukan sekadar menitipkan anak, melainkan menitipkan doa dan harapan. Mari kita bersinergi dengan penuh keikhlasan, karena di balik disiplin yang ketat, ada karakter hebat yang sedang dibentuk untuk masa depan mereka,” ujar Sabrina Fajria di hadapan para wali santri.
Melalui seluruh rangkaian acara ini, pihak pesantren berharap para wali santri dapat memahami serta mendukung penuh tata tertib dan program pembelajaran yang telah ditetapkan demi kelancaran proses pendidikan di pesantren. [Triana]
