Pesantren Persis Tarogong Terima Studi Banding Yayasan Ibnu Rauf Nunukan

Garut – Pesantren Persis Tarogong pada hari Senin (14/10/19) menerima kunjungan dari Yayasan Ibnu Rauf Nunukan Kalimantan Utara. Studi banding yang dilakukan oleh Yayasan Ibnu Rauf diwakili oleh Bapak Jamil, Ibu Nuraini dan Ibu Jumariani. Studi banding ini dalam rangka mempelajari sistem yang ada di Pesantren Persis Tarogong.

Bapak Jamil sebagai sekretaris Yayasan Ibnu Rauf menyampaikan bahwa studi banding yang dilakukan ini sengaja dilakukan dan khusus di Pesantren Persis Tarogong. Menurutnya apa yang sudah diterapkan di Pesantren Persis Tarogong bisa menjadi bahan masukan untuk diterapkan di Yayasan yang dikelolanya.

Jamil yang juga ketua PD Persis Nunukan Kalimantan Utara ini melanjutkan, hingga sekarang sekolah yang ada masih dengan nama SD dan ingin berubah menjadi SDIT sehingga ke depan sekolah yang dikelolanya di bawah Yayasan Ibnu Rauf akan menerapkan kurikulum Pesantren Persis sebagimana kurikulum yang ada di SDIT Persis Tarogong.

“Sesuai dengan maksud awal bahwa kita akan belajar mengenai sistem yang sudah ada di Pesantren Persis Tarogong. Dalam hal ini dikhususkan untuk tingkat SDIT, kita ingin mengetahui bagaimana pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan juga penerapan kurikulum khas Pesantren Persis untuk tingkat SDIT”, ucapnya

Pimpinan Pesantren Persis Tarogong Mohammad Iqbal Santoso menjelaskan awal berdirinya sekolah baik TK maupun SDIT. Untuk SDIT didirikan pada tahun 1998 sementara TK didirikan pada tahun 1991. Dikarenakan sekolah ini berada di bawah naungan jam’iyyah Persis makanya sekolah ini harus mampu menjabarkan apa yang menjadi visi misi Persis dalam lingkup lembaga pendidikan.

Ciri khas dari gerakan Persis adalah gerakan pembaharuan (harokah tajdid), gerakan pembaruan ini harus diterjemahkan pula dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Pembaharuan yang dimaksud adalah pembaharuan dalam kurikulum, pengelolaan sumber daya maupun waktu pembelajaran.

” Hal pertama yang harus disiapkan adalah sumber daya. Lembaga pendidikan unggul itu mesti beda dari yang lain. Beda dari segi waktu, beda dari segi kurikulum. Apalagi sekolah swasta memiliki keleluasaan dalam penyusunan kurikulum. Intinya jangan ragu untuk melakukan perubahan, terus belajar minimal kita juga melakukan studi banding ke sekolah lain dalam kurun waktu dua tahun sekali. Dan yang paling utama lembaga pendidikan Persis itu harus bisa membantu masyarakat untuk kembali kepada Al Quran dan sunnah “, jelasnya

#studibandingyayasanibnuraufnunukan
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X