Garut – Garut dikenal dengan beberapa penyebutan, sebagai Kota Dodol, Kota Intan dan Kota Santri. Penyebutan Kota Garut dengan istilah tersebut dibuat pula berbagai gambar ikonik yang merepresentasikannya dan dipasang di tempat strategis yang memungkinkan masyarakat bisa melihatnya.
Sebagai Kota Santri Garut memiliki ribuan Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Garut. Berdasarkan data di website Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Kantor Garut ada 1010 Pondok Pesantren di Garut. Ini membuktikan bahwa Garut layak dijuluki Kota Santri karena Pesantrennya ribuan dimana Pesantren ini tempat santri menimba ilmu keagamaan agar menjadi generasi yang paham terhadap agama.
Pada tahun 2018 Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman pernah menyampaikan bahwa dirinya ingin menjadikan Pesantren menjadi sebuah nama jalan di Garut. Jalan Pesantren tersebut sebagai pengganti dari nama Jalan Terusan Pembangunan yang menurutnya sudah tidak jelas dan tidak tepat lagi digunakan.
Dikutip dari Tribunjabar.id Wakil Bupati Garut menyampaikan, “Saya rasa Jalan Terusan Pembangunan itu tidak jelas. Makanya akan kami ganti dengan nama Jalan Pesantren”, jelas dr. Helmi Budiman saat ditemui di Mapolres Garut Jalan Sudirman pada Rabu (11/07) 2018 oleh Wartawan Tribunjabar.id Hakim Baihaqi
Kemudian dr. Helmi dalam berita itu melanjutkan pernyataan, mengapa perlu dinamai Jalan Pesantren, karena Garut terkenal sebagai Kota Santri. “Masa di Kota Santri tidak ada Jalan Pesantren”, jelasnya
Senada dengan dr. Helmi Budiman Wakil Bupati Garut, H. Mohammad Iqbal Santoso Pimpinan Pesantren Persatuan Islam Tarogong mengusulkan agar nama Jalan Terusan Pembangunan diganti namanya menjadi Jalan Pasantren dengan nada baca orang Garut, Pasantren. Usulan tersebut sudah disampaikan H. Mohammad Iqbal secara langsung kepada Bupati Garut H. Rudi Gunawan saat acara perpisahan santri kelas XII pada tahun 2015 silam.
Selain secara langsung pada Bupati Garut, H. Mohammad Iqbal pun berkirim surat secara resmi perihal usulan penggantian nama Jalan Terusan menjadi Jalan Pasantren. Secara tertulis melalui surat resmi dikirimkan pada Pemerintah Daerah yaitu Bupati Garut, Sekretaris Daerah Garut berikut Dinas terkait seperti Dinas Perhubungan.
Dalam hal nomor Jalan Terusan Pembangunan ini ternyata ada nomor yang sama yang digunakan, yaitu nomor satu. Nomor satu Jalan Terusan Pembangunan terdapat di dua lokasi, pertama Jalan Terusan Pembangunan No. 1 Rancabogo Kelurahan Pataruman dan Jalan Terusan Pembangunan No. 1 Desa Jayaraga. Sehingga mulai nomor satu ini ada yang berawal dari Simpang Lima Garut meneruskan Jalan Pembangunan juga ada yang mengawalinya dari Jalan Merdeka.
Dengan demikian penggantian nama Jalan Terusan Pembangunan menjadi Jalan Pasantren adalah hal yang tepat sesuai dengan keinginan Wakil Bupati Garut juga usulan dari masyarakat Garut sendiri yang diwakili H. Mohammad Iqbal Santoso sebagai Pimpinan Pesantren Persatuan Islam Tarogong.
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)