Garut – Pendidikan, sebagai suatu proses dalam upaya mengubah orang untuk menjadi lebih baik dan lembaga pendidikan sebagai tempat untuk mengubah orang untuk menjadi lebih baik itu harus berkualitas dan terjangkau bagi seluruh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam KBBI pendidikan memiliki makna yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Sementara lembaga pendidikan dalam KBBI memiliki makna yaitu tempat berlangsungnya proses pendidikan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi sosial di lingkungan sekitar.
Dari makna tersebut maka sebuah lembaga pendidikan harus benar-benar berkualitas dalam upaya menyiapkan generasi yang berkualitas pula. Tahapan peningkatan kualitas ini salah satunya dengan senantiasa belajar agar kapasitas lebih meningkat dari sebelumnya.
“Sekolah itu harus berkualitas dan terjangkau dari segi biaya agar bisa untuk seluruh lapisan masyarakat”, jelas Ustadz Diponegoro Sekretaris Pesantren Persis Tarogong pada saat diskusi pengelolaan sekolah, acara study banding SDIT Cendikia Purwakarta, Rabu (23/03) 2022
Lembaga pendidikan yang berkualitas tentunya harus menyiapkan segala halnya lebih baik. Guru sebagai ujung tombak proses pendidikan menjadi hal yang sangat penting, maka dalam tahapan awal rekrutmen calon guru diseleksi dengan ketat. “Tidak hanya ahli dalam penguasaan ilmu dan linier dalam disiplin ilmunya, tetapi niatan awal guru masuk lembaga pendidikan itu menjadi penilaian penting. Jika niatan sudah tidak sesuai dengan visi misi, maka otomatis tidak akan diterima”, jelasnya
Karena targetnya adalah kualitas maka aspek lainnya pun harus mendukung untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas sekolah yaitu guru, santri, kurikulum juga sarana prasarana pendukungnya.
Santri sebagai orang yang belajar di sekolah harus yang terpilih dan lolos dari seleksi yang dilakukan. Dari ratusan calon santri yang mendaftar sebagian tidak bisa lolos dalam tahap seleksi, ini sebagai upaya agar sekolah dalam hal ini Pesantren menjadi lembaga pendidikan pertama pilihan orang tua atau santri bukan sebagai lembaga pendidikan buangan karena tidak diterima di sekolah favorit.
“Guru dan santri di Pesantren ini diseleksi dengan baik, ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas untuk mewujudkan Pesantren sebagai lembaga pendidikan unggulan”, ucapnya
Selain kualitas, maka hal lainya yang perlu diperhatikan adalah biaya pendidikan. Secara umum jika sekolah itu biaya pendidikannya mahal maka akan berbanding lurus dengan kualitas yang dihasilkan. Namun demikian hal ini tidak menjadi ketentuan yang mutlak, kualitas dipertahankan biaya pendidikan pun haruslah terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal inilah yang dilakukan di Pesantren Persis Tarogong, sekolah yang terjangkau dan berkualitas.
“Lembaga pendidikan itu arahnya bukan profit oriented. Karena lembaga pendidikan yang namanya Pesantren ada tujuan lain yaitu misi dakwah. Pesantren Persis Tarogong sebagai lembaga pendidikan yang berada di jam’iyyah Persis pada dasarnya mengajarkan islam sesuai Al Qur’an dan As Sunnah dan menjabarkan visi misi Persis dalam proses pendidikan”, jelasnya
Mengacu pada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Hal ini pun tentunya menjadi program di Pesantren Persis Tarogong, dengan program beasiswa bagi santri berprestasi dan program santri berprestasi namun tidak mampu dari segi biaya pendidikan.
“Dalam hal keuangan karena sudah tersentralisasi, maka dalam setiap tahunnya disusun Rencana Kerja Tahunan juga Rencana Kerja Anggaran semua jenjang pendidikan. Dihitung anggaran yang harus tersedia untuk merealisasikan semua program yang telah disusun. Maka keluarlah nominal anggaran untuk biaya pendidikan bulanan juga biaya pendidikan tahunan. Dan jika dibandingkan dengan sekolah yang selevel, biaya pendidikan di Pesantren Persis Tarogong lebih terjangkau. Jangan sampai anak keluar sekolah karena terkendala biaya pendidikan “, jelasnya
#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)