Garut, 23 Agustus 2025. Pesantren Persis Tarogong kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan yang unggul dan menyeluruh dengan menyelenggarakan kegiatan psikotes bagi santri kelas 1 SDIT dan SDIT 2 Persis Tarogong. Tahun ini, kegiatan psikotes tersebut berkolaborasi langsung dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai mitra strategis dalam pengembangan potensi peserta didik.
Psikotes ini menjadi salah satu program unggulan yang lahir dari kerjasama antara Pesantren Persis Tarogong dan Fakultas Psikologi UNJ, sekaligus menjadi langkah penting untuk memahami profil awal santri baru. Dengan adanya psikotes sejak dini, lembaga pendidikan dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai potensi intelektual, karakter, minat, hingga aspek emosional para santri. Hasilnya diharapkan menjadi dasar pijakan dalam perencanaan pembelajaran dan pengasuhan yang lebih tepat dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Ibu Listia Ningrum, M.Pd., selaku Kepala Biro Pengasuhan Pesantren Persis Tarogong, menekankan arti penting kegiatan ini. “Psikotes untuk santri kelas 1 adalah bagian dari ikhtiar kami untuk memastikan setiap anak mendapat pendampingan sesuai kebutuhan dan potensinya. Kami tidak ingin pendidikan hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada tumbuh kembang psikologis dan emosional santri. Dengan pemetaan sejak awal, kami bisa memberikan bimbingan yang lebih personal dan tepat sasaran.”
Sementara itu, Ibu Santi Yudistira, M.Psi., dosen Fakultas Psikologi UNJ sekaligus tim penguji psikotes, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk sinergi yang sangat positif antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar. “Kami sangat mengapresiasi Pesantren Persis Tarogong yang sejak lama memiliki perhatian serius terhadap aspek psikologis anak. Psikotes ini bukan hanya mengukur kemampuan, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini agar sekolah dapat memberikan intervensi atau stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kami berharap hasilnya bisa menjadi masukan berharga bagi guru, orang tua, dan pihak pesantren.”

Dengan melibatkan tenaga ahli dari Fakultas Psikologi UNJ, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan hasil yang objektif, akurat, dan bermanfaat bagi pengembangan program pendidikan dan pengasuhan di pesantren. Lebih jauh, langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa Pesantren Persis Tarogong terus berinovasi dan membangun jejaring kerjasama untuk menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi santri-santrinya.
Melalui kegiatan psikotes ini, Pesantren Persis Tarogong berharap setiap santri kelas 1 dapat memulai perjalanan belajarnya dengan pondasi yang kokoh—baik secara akademik, emosional, maupun spiritual—sehingga mampu tumbuh menjadi generasi unggul yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman.
Dokumentasi : https://www.instagram.com/persistarogong

Komentar (0)