Sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berfokus pada santri usia sekolah, Pesantren Persatuan Islam Tarogong terus menegaskan perannya sebagai ruang pembinaan umat yang inklusif, terbuka, dan lintas generasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Pesantren Pra Lansia dan Lansia 2025 dengan tema “Bahagia, Berdaya, dan Bermakna di Usia Senja”, yang akan dilaksanakan pada 26–30 Desember 2025.
Program ini dirancang untuk memberikan ruang belajar, beribadah, dan bertumbuh bagi masyarakat pra lansia dan lansia, sebuah fase kehidupan yang sering kali luput dari perhatian dalam sistem pendidikan formal. Pesantren Persis Tarogong memandang bahwa proses menuntut ilmu, memperbaiki ibadah, serta memperkuat makna hidup tidak mengenal batas usia. Setiap fase kehidupan memiliki kebutuhan pembinaan yang khas dan layak difasilitasi secara bermartabat.
Selama lima hari kegiatan, peserta akan mengikuti rangkaian aktivitas yang terintegrasi antara penguatan spiritual, pendampingan kesehatan, edukasi keislaman, serta kegiatan kebersamaan dan wisata religi. Materi disampaikan dengan pendekatan yang ramah lansia, praktis, dan aplikatif, meliputi pembinaan ibadah, kajian tematik, tilawah dan tadabbur Al-Qur’an, penguatan mental dan ketenangan batin, pemeriksaan kesehatan, hingga aktivitas reflektif yang menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan jiwa.
Tidak hanya menjadi tempat beribadah dan belajar, program ini juga menjadi ruang sosial bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman hidup, membangun relasi yang sehat, serta merasakan kembali suasana kebersamaan khas pesantren. Kehadiran asatidz, tenaga kesehatan, dan fasilitator yang berpengalaman memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pendampingan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi fisik maupun psikologis mereka.
Melalui Program Pesantren Pra Lansia dan Lansia ini, Pesantren Persis Tarogong ingin menegaskan bahwa pesantren bukan hanya milik santri muda, tetapi juga rumah belajar dan ruang pengabdian bagi seluruh lapisan usia. Pesantren hadir untuk merangkul, mendampingi, dan memuliakan para orang tua sebagai penjaga nilai, sumber hikmah, dan teladan kehidupan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membangun masyarakat yang sehat secara spiritual, sosial, dan emosional, serta menumbuhkan kesadaran bahwa usia senja bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan fase untuk menata makna, memperdalam iman, dan menebar kebaikan dengan cara yang paling sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dengan semangat inklusivitas dan pendidikan sepanjang hayat, Pesantren Persis Tarogong terus berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan umat, menjadikan pesantren sebagai miniatur masyarakat Islam yang hidup, ramah, dan berdaya bagi semua.
Info PSB : https://psb.persistarogong.com/

Komentar (0)