Mendidik Lebih Dalam

Pesantren Persis Tarogong kembali dipercaya menjadi mitra kolaboratif dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Fakultas Ilmu Pendidikan. Salah satu unit yang menjadi lokasi kegiatan adalah TK Persis Tarogong, yang berkesempatan langsung terlibat dalam program bertema “Transformasi Pendidikan melalui Inovasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi dan Inklusivitas”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan peran akademik dengan kontribusi nyata kepada masyarakat. PkM ini tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa dari berbagai jurusan yang tergabung dalam tim pengabdian. Di Garut, kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan pembukaan daring pada 12 Juni 2025 dan kunjungan luring pada 10 Juli 2025 ke beberapa satuan pendidikan, termasuk TK Persis Tarogong.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah penerapan pendekatan Deep Learning, sebuah model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami secara mendalam, membangun koneksi antar konsep, dan terlibat aktif dalam proses belajar. Ini merupakan respons terhadap kebutuhan akan pendidikan yang tidak hanya menyampaikan konten, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif sejak usia dini.

Di TK Persis Tarogong, tim PkM UPI mendampingi para guru dalam menyusun dan mengembangkan strategi pembelajaran yang berpusat pada anak, berbasis eksplorasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak. Pendekatan inklusif pun menjadi bagian penting, di mana perbedaan kemampuan, latar belakang, dan kebutuhan anak-anak menjadi dasar dalam merancang kegiatan yang adil dan adaptif.

Kehadiran tim dari UPI disambut hangat oleh jajaran pengelola pesantren dan tenaga pendidik di TK Persis Tarogong. Kolaborasi ini dinilai menjadi angin segar dalam memperkuat kapasitas guru, memperkaya metode pembelajaran, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup bagi para peserta didik.

Usth. Heni Mudirah TK Persis Tarogong Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren dapat menghadirkan inovasi yang membumi. Melalui pendekatan Deep Learning, pendidikan anak usia dini diarahkan bukan hanya pada pencapaian target akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepekaan sosial, dan kecintaan terhadap proses belajar itu sendiri.

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *