KH. Jeje Zaenudin Sampaikan Program Pendidikan Persis dalam Lokakarya Pendidikan Persatuan Islam

Garut – Bidang Tarbiyah PP Persis menyelenggarakan Lokakarya Pendidikan Persis sebagai bentuk kajian evaluatif  untuk memetakan kualitas output dan outcome Lembaga Pendidikan Persis kontemporer dan rancangan strategis untuk pengembangan di masa depan serta hubungan penyesuaian dengan kebijakan pemerintah.

Dalam kegiatan Lokakarya Bidang Tarbiyah PP Persis dikaji beberapa hal penting yaitu :
1. Pedoman Tarbiyah 2022-2027
2. Kebijakan NPYP (ketentuan yayasan pendidikan) oleh Kemendikbudristek RI
3. Arah Kebijakan Bidang Tarbiyah terkait NPYP
4. Arah Kebijakan Pendidikan Pesantren berbasis UU No 18 tahun 2019 oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat
5. Arah Kebijakan Bidang Tarbiyah terkait Pondok Pesantren Persis
6. Evaluasi hasil UAPS Persis tahun 2023
7. Kurikulum Merdeka dan Positioning Lembaga Pendidikan Persis
8. Rekomendasi untuk penyempurnaan Kurikulum Pendidikan Persis tahun 2024-2028

Kegiatan Lokakarya Pendidikan Pesantren Persatuan Islam ini mengangkat tema ‘Evaluasi Komprehensif Pendidikan Persatuan Islam Demi Terwujudnya Kader Santri yang Beradab dan Berdaya Saing Tinggi’, InsyaAllah akan dihadiri oleh 250 Mudir Am dan Mudir/Kepala Sekolah Persis se-Indonesia yang dilaksanakan pada Sabtu-Ahad / 18-19 Muharram 1445 H / 5-6 Agustus 2023 bertempat di Aula Syihabudin Pesantren Persis Tarogong.

KH. Dr. Jeje Zaenudin Ketua Umum Persatuan Islam dalam kesempatan Lokakarya menyampaikan program pendidikan Pimpinan Pusat Persatuan Islam. Diantara program pendidikan PP Persis dalam pendidikan yaitu :

Pertama, menyegarkan spirit lembaga pendidikan Persis. Spirit pendidikan Persis mengacu pada motto yang diambil dari surat At Taubah ayat 22 yang tujuannya adalah tafaquh fiddin. Tafaquh fiddin ini menjadi ruh pendidikan di Persatuan Islam, menjadi dasar semangat jihad untuk tetap mempertahankan eksistensi pesantren.

Kedua, dinamika pendidikan. Pendidikan dengan sistem pesantren berbeda dengan pendidikan lain. Sistem pendidikan pesantren di Persatuan Islam setidaknya menjadi tiga hal penting yaitu pesantren sebagai tempat pembelajaran, pesantren sebagai tempat dakwah dan pesantren sebagai pemberdayaan masyarakat. “Pesantren itu berbeda dengan lembaga pendidikan lain. Di pesantren harus ada kiai yang dijadikan sebagai figur sentral dan Mudir am inilah sebagai figur sentral bagi pesantren. Pesantren juga harus punya kitab rujukan yang dikaji sehingga biasanya di pesantren antara guru dan santri tinggal dalam satu komplek dalam menerapkan ibadah “, ucapnya

Ketiga, pengembangan kuantitas dan kualitas. Pengembangan ke depan lembaga pendidikan Persis harus meningkat baik dalam hal kualitas maupun kualitas mulai dari  PAUD sampai Perguruan Tinggi. Bidang Tarbiyah PP Persis sekarang sedang melakukan pengecekan terhadap data Pesantren Persis, apakah benar apakah tidak sesuai dengan fakta ril. Selain itu PP Persis juga sekarang concern dalam pengembangan pesantren luar Jawa, program rintisan pesantren di luar Jawa seperti Maluku, Kalimantan Utara, Batu Raja Sumatera Selatan di wilayah Oku. Program rintisan pesantren luar Jawa ini untuk mengembangkan dakwah Persatuan Islam dengan target Persis ada di 30 Provinsi di Indonesia.

#humaspesantrenpersistarogong

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *