Garut, 21 Juli 2025 – Pesantren Persis Tarogong kembali menerima kunjungan kelembagaan dari perguruan tinggi mitra. Kali ini, rombongan dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut hadir untuk membahas dua agenda penting: pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa serta inisiasi kerja sama pengembangan Lab School di lingkungan pesantren.
Rombongan IPI Garut Ibu Dr. Yustika Nur Fajriah, M.Pd. selaku Kepala Bagian Kerja Sama, didampingi oleh Bapak Irsyad Nugraha, M.Pd., Kepala Bagian Akademik. Keduanya disambut hangat oleh jajaran pengelola pendidikan di bawah Pesantren Persis Tarogong, termasuk Kepala SDIT, Kepala SDIT 2, serta perwakilan dari sekretariat dan bidang pendidikan pesantren.
Dalam kunjungan ini, Dr. Yustika menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL tahun ini memiliki pendekatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa akan ditempatkan secara lebih terarah dan menyesuaikan dengan karakter serta kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan. Program PPL direncanakan akan dimulai pada 28 Juli hingga 10 Oktober 2025, dengan SDIT Persis Tarogong sebagai lokasi utama penempatan.
Menariknya, selain membahas teknis pelaksanaan PPL, pihak IPI juga menyampaikan keinginan untuk menjajaki kerja sama lebih jauh, yakni menjadikan salah satu unit pendidikan di bawah pesantren sebagai Lab School binaan IPI. Gagasan ini disambut sangat positif oleh pihak pesantren.
Ust. Iyus Susanto, M.Pd., Kepala SDIT Persis Tarogong, menyatakan antusiasmenya atas rencana tersebut.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Harapannya, kehadiran Lab School dapat membawa simbiosis mutualisme antara sekolah dan lembaga pendidikan tinggi. Akan banyak hal positif yang bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.
Senada, Bu Adah Mustahidah, M.Pd.I., Kepala SDIT 2, juga menyampaikan bahwa dua program yang ditawarkan IPI sangat potensial dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
“Kami berharap kehadiran IPI bisa menjadi ruang belajar bersama, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga untuk para guru di sekolah kami,” katanya.

Sementara itu, Bu Lia Susanti, M.Pd., PMA Bidang Pendidikan Pesantren Persis Tarogong, mengingatkan pentingnya penyesuaian pendekatan dari pihak kampus agar tetap selaras dengan kultur dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan pesantren. Ia juga menegaskan bahwa teknis pemetaan mahasiswa PPL akan diserahkan langsung kepada masing-masing jenjang.
Sebagai bagian dari pelaksanaan PPL, pihak IPI juga telah menjadwalkan sesi sosialisasi teknis kepada lembaga pendidikan di bawah pesantren yang akan dilaksanakan di hari yang sama. Pihak pesantren diundang untuk hadir guna memastikan program berjalan sesuai kebutuhan dan harapan bersama.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara dunia pesantren/sekolah dan perguruan tinggi, yang akan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan dan peningkatan kapasitas guru maupun mahasiswa.

Komentar (0)