Profil

Pondok Pesantren Persatuan Islam Tarogong Garut diresmikan tahun 1980 oleh Ketua Umum Pusat Pimpinan Persatuan Islam, KHE Abdurrahman (alm.) dan Mr. Muhammad Roem (alm.) mewakili Dewan Da’wah Islamiyyah (DDII). Dipimpin pertama kali oleh KH Sjihabuddin (alm.). Berdiri di atas lahan lebih dari 2 Ha. Dilengkapi sarana: Masjid, Ruang belajar, Perpustakaan, Asrama (putra/putri), Poliklinik, Kopontren, sarana olahraga, dan sarana lain. Jumlah santri lebih dari 2.500 orang, berasal dari hampir seluruh Indonesia.

Pengasuh pesantren adalah lulusan pondok pesantren dan Perguruan Tinggi dalam/luar negeri (STAIPI, LIPIA, IAIN, IKIP, Unpad, UI, Universitas Islam Madinah dlsb.) Lulusan pesantren pada umumnya mengabdikan diri bagi pengembangan Islam di masyarakat. Sebagian lulusan pesantren melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi dalam/luar negeri (STAIPI, LIPIA, IAIN, IKIP, Unpad, Unisba, Universitas Islam International Pakistan, Universitas Islam Madinah, Universitas Islam Alazhar dlsb).

Sebagai sebuah lembaga pendidikan, saat ini Pesantren Persatuan Islam Tarogong memiliki enam program pendidikan, mulai dari pendidikan pra-sekolah hingga tingkat menengah atas, yaitu: Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Madrasah Diniyyah, Madrasah Tsanawiyyah, Madrasah Aliyah & Mu’allimin, serta Pesantren Kilat/Liburan.