<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pesantren Persatuan Islam Tarogong</title>
	<atom:link href="http://www.persistarogong.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.persistarogong.com</link>
	<description>Garut</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Mar 2012 18:40:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Selamat datang</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1382</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1382#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1382/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Sebab Terwujudnya Cinta Kepada Allah</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1344</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1344#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 08:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahdan Ramdani &#160; Semua orang bisa bicara tentang cinta. Tapi adakah yang tahu sebab terwujudnya cinta kepada Allah, yakni Rabb yang telah menciptakan kita? Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan sepuluh sebab agar bisa mencintai Allah subhanahu wa ta&#8217;ala, diantaranya; Membaca Al Qur&#8217;an dengan mentadaburi dan memahami maknanya. Terus menerus mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan amalan sunnah, tentunya setelah menunaikan perkara yang wajib. Senantiasa mengingat Allah, berdzikir kepada-Nya dalam setiap kondisi. Mendahulukan kecintaan Allah daripada kecintaan diri kepada sesuatu ketika hawa nafsu mencoba menguasai dirinya. Hatinya senantiasa menelaah dan menggali makna nama-nama dan sifat Allah ta&#8217;ala serta mengenal-Nya. Mempersaksikan kebaikan Allah ta&#8217;ala atas nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan. Menundukkan hati sepenuhnya kepada tangan Allah ta&#8217;ala. Khalwat, menyendiri dengan ibadah di waktu turunnya Allah ta&#8217;ala ke langit bumi di sepertiga malam terakhir. Sering berkumpul dengan orang-orang yang shalih dan jujur. Menjauhi semua perkara yang bisa memalingkan hati dari Allah ta&#8217;ala &#160; Dinukil Dari Kitab Fathul Majid karya Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, Halaman 406, terbitan Darul Fikr. By: Ahdan Ramdani]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1344/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunnahnya Menikah di Bulan Syawwal</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1334</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1334#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 17:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih & Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Oleh: Ahdan Ramdani[1] &#160; Tak terasa bulan Ramadhan telah berlalu, dan kita telah memasuki bulan syawwal. Bulan dimana terdapat beberapa amalan sunnah didalamnya. Diantara amalan sunnah di bulan syawwal adalah shaum enam hari di bulan syawwal yang pahalanya senilai dengan kita shaum selama setahun penuh, hal ini berdasarkan hadits dari Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”[2] Shaum syawwal paling afdhol (utama) dilakukan secara berturut-turut setelah hari Idul Fitri yakni pada tanggal 2 syawwal jika memang tidak ada udzur. Namun, jika memang ada halangan, tidak mengapa tidak berurutan juga. Ini adalah pendapat yang disandarkan kepada madzhab Imam Asy-Syafi’i. Dalam masalah ini, Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, beliau berkata: “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol melakukan shaum syawwal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawwal setelah sebelumnya melakukan puasa ramadhan.”[3] Selain sunnahnya shaum syawwal, ada juga amalan sunnah lain yang dapat Antum lakukan di bulan syawwal. Salah satunya adalah menikah di bulan syawwal. Hal ini merupakan amalan sunnah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang pada kala itu beliau menikahi Aisyah radhiallahu ‘anhu. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku di bulan syawwal, dan mengadakan malam pertama denganku di bulan syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian beliau selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1334/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mu’min dan Surga Bagi Orang Kafir</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1330</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1330#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 07:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1330</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Oleh: Ahdan Ramdani[1] &#160; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: “Dunia adalah penjara bagi seorang mu’min dan surga bagi seorang kafir.”[2] Saudaraku seiman, hadits ini setidaknya memberikan kita dua faedah, &#160; Faedah Pertama: Dunia di Mata Seorang Mu’min Bahwa dunia yang ditempati seorang mu’min pada saat ini walaupun terhampar luas dihadapannya, tetapi dia bagaikan dipenjara. Bagaimana tidak, walaupun dia seorang yang kaya tetapi banyak hal yang tidak bisa dia nikmati melalui hartanya, misalnya dalam perkara-perkara yang dalam syari’at diharamkan. Dia terbelenggu aturan-aturan yang dibuat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yang disampaikan melalui rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena bagi seorang mu’min, dunia tiada lain adalah kesenangan yang memperdaya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”[3] Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah, berkata: “Dunia seperti air yang tersisa di jari ketika jari tersebut dicelup di lautan sedangkan akhirat adalah air yang masih tersisa di lautan.”[4] &#160; Faedah Kedua: Dunia di Mata Orang Kafir Bahwa dunia yang ditempati oleh orang kafir pada saat ini adalah alam raya yang terhampar luas dan bisa dia nikmati dengan sebebas-bebasnya. Karena kebodohannya terhadap syari’at Islam dia dapat bertindak seenak hatinya, walaupun dia adalah orang yang miskin tetapi orang kafir tersebut merasa bebas dan tidak merasa terbebani dengan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan yang dibebankan kepada seseorang yang beriman. Dan ketika dia ditimpa kesusahan, dia tidaklah bersabar, melaikan dia merasa dunia telah disempitkan untuknya dan banyak kasus terjadi bunuh diri di kalangan  mereka karena mereka tertekan dengan musibah yang menimpa mereka. ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1330/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penetapan Idul Fitri, 1 Syawwal 1432H = 31 Agustus 2011M</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1322</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1322#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 18:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mohammad Iqbal Santoso &#160; Hasil perhitungan Hisab Hakiki diperoleh data sebagai berikut: Ijtima/Konjungsi Awal Bulan Syawwal 1432H Senin 29 Agustus 2011 jam 10.04 WIB Ketinggian bulan saat magrib senin, 29 Agustus 2011M di seluruh Indonesia kurang dari 2˚ variasi datanya adalah: dari ufuk hakiki berkisar antara -0,60˚ sampai dengan 1,40˚ atau dari ufuk terlihat (mar-i) berisar antara -0,1o˚ sampai dengan 1,60˚ Saat mata hari terbenam jarak sudut (elongasi) antara Bulan dan Matahari di wilayah Indonesia berkisar antara 5,58˚ sampai dengan 6,83˚ Umur Bulan atau selisih waktu antara terbenam Matahari dengan waktu terjadinya konjungsi untuk wilayah Indonesia berkisar antara 5,50 jam sampai dengan 8,62 jam selisih waktu terbenam Bulan dengan Matahari di wilayah Indonesia berkisar antara 1 menit sampai dengan 9 menit. Fraksi Illuminasi Bulan atau persentase perbandingan antara luas piringan Bulan yang tercahayai oleh Matahari dan menghadap Bumi dengan luas seluruh piringan Bulan berkisar antara 0,24% sampai dengan 0,36%. Berdasarkan data tersebut di atas, maka walaupun di sebagian besar wilayah Indonesia saat maghrib posisi bulan sudah di atas ufuk, ketinggian bulan tersebut tidak memungkinkan untuk terlihat karena terhalang (ghumma), atau hilal belum/tidak wujud, sehingga: bulan Ramadhan 1432H digenapkan 30 hari (istikmal) dan 1 Syawwal 1432H ditetapkan Rabu, 31 Agustus 2011   Dasar Hukum Penetapan tersebut adalah: &#160; يَسْئَلُونَكَ عَنِ اْلأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ … Mereka bertanya kepadamu tentang Hilal (bulan sabit). Katakanlah: &#8220;Hilal / Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji… (QS Albaqarah 189) صُوْمُوا لِرُؤيَتِهِ وَافطِرُوا لِرُؤيَتِهِ فَاِنْ غُبِّيَ عَلَيكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1322/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WASIAT NABI SAW (2)</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1313</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1313#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 17:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih & Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1313</guid>
		<description><![CDATA[1- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ r أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ. رواه البخاري Dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW; &#8220;Berilah aku wasiat?&#8221; beliau bersabda: &#8220;Janganlah kamu marah.&#8221; Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: &#8220;Janganlah kamu marah.&#8221; HR. Bukhari &#160; 2- عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ r قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ قَالَ قَالَ الرَّجُلُ فَفَكَّرْتُ حِينَ قَالَ النَّبِيُّ r مَا قَالَ فَإِذَا الْغَضَبُ يَجْمَعُ الشَّرَّ كُلَّهُ. رواه أحمد Dari seorang sahabat Nabi SAW berkata; Wahai Rasulullah! Berwasiatlah padaku. Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Jangan marah.&#8221; Orang itu berkata; Lalu aku berfikir saat Nabi SAW mengucapkan sabda itu, ternyata marah menyatukan seluruh keburukan. HR. Ahmad &#160; 3- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ r يُرِيدُ سَفَرًا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالتَّكْبِيرِ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ فَلَمَّا وَلَّى الرَّجُلُ قَالَ النَّبِيُّ r اللَّهُمَّ ازْوِ لَهُ الْأَرْضَ وَهَوِّنْ عَلَيْهِ السَّفَرَ. رواه أحمد Dari Abu Hurairah, dia berkata; Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW ketika hendak pergi safar, lalu ia berkata; &#8220;Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat!&#8221; beliau bersabda: &#8220;Bertaqwalah kamu kepada Allah dan bertakbirlah ketika melalui tempat yang tinggi, &#8221; maka tatkala laki-laki itu pergi Nabi SAW Bersabda: &#8220;Ya Allah lapangkan bumi untuknya dan mudahkan perjalanannya.&#8221; HR. Ahmad &#160; 4- عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَجُلًا جَاءَهُ فَقَالَ أَوْصِنِي فَقَالَ سَأَلْتَ عَمَّا سَأَلْتُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ r مِنْ قَبْلِكَ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَإِنَّهُ رَأْسُ كُلِّ شَيْءٍ وَعَلَيْكَ بِالْجِهَادِ فَإِنَّهُ ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1313/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WASIAT NABI SAW (1)</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1312</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1312#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 17:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih & Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1312</guid>
		<description><![CDATA[عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ فِي سَفَرٍ وَلَا حَضَرٍ رَكْعَتَيْ الضُّحَى وَصَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ وَأَنْ لَا أَنَامَ إِلَّا عَلَى وِتْرٍ. رواه أبو داود Dari Abu Hurairah, ia berkata; kekasihku SAW telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak meninggalkannya ketika bepergian mupun ketika bermukim, yaitu melakukan shalat dua raka&#8217;at shalat Dhuha, serta berpuasa tiga hari setiap bulan, dan agar aku tidak tidur kecuali telah melakukan shalat witir. HR. Abu Daud &#160; عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَشْرَبْ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ. رواه ابن ماجه Dari Abu Darda dia berkata, &#8220;Kekasihku SAW memberi wasiat kepadaku: &#8220;Janganlah kamu meminum khamer, sesungguhnya khamer adalah kunci semua kejahatan.&#8221; HR. Ibnu Majah &#160; عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِّعْتَ وَحُرِّقْتَ وَلَا تَتْرُكْ صَلَاةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّدًا فَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ وَلَا تَشْرَبْ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ. رواه ابن ماجه Dari Abu Darda dia berkata, &#8220;Kekasihku telah mewasiatkan kepadaku agar tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, meski kamu harus disembelih dan dibakar, janganlah kamu meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, barangsiapa meninggalkannya dengan sengaja maka telah lepas dari tanggungan (Allah). Dan janganlah kamu meminum khamer, sebab khamar itu merupakan kunci semua kejahatan.&#8221; HR. Ibnu Majah &#160; عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَإِنَّ خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصَانِي إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ. رواه مسلم Dari Abu Dzar dia berkata; ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1312/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BULAN RAMADHAN</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1311</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1311#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 17:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih & Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1311</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Gun Gun Abdul Basit Penamaan Ramadhan رَمَضَانُ مِنْ شِدَّةِ الرَّمْضَاءِ وَهُوَ الْحُرُّ يُقَالُ رَمِضَتِ الْفِصَالُ إِذَا عَطِشَتْ وَيُجْمَعُ عَلَى رَمَضَانَاتٍ وَرَمَاضِيْنَ وَأَرْمِضَةٍ. تفسير ابن كثير 2 : 355 Ramadhan (berasal) dari sangat panasnya yaitu al-hurr (panas). Dikatakanterasa payah masa penyapihan bila (si bayi) merasa kehausan. Dijamakkan menjadi Ramadhaanaat, Ramaadhiina dan Armidhah. Tafsir Ibnu Katsir 2 : 355 Ramadhan Adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an &#38; Kewajiban Melakukan Shaum شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ. (البقرة 185) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia shaum pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya shaum), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. Q.S. Al-Baqarah 185   Kedermawanan Rasulullah &#38; Tadarrus Al-Qur’an Bersama Jibril di Bulan Ramadhan عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1311/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Hal yang Boleh dilakukan Ketika Puasa</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1309</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1309#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 16:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih & Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/?p=1309</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Oleh: Ahdan Ramdani   Diposting di Website:  http://www.persistarogong.com/ &#160; Setelah mengetahui betapa pentingnya tamassuk (berpegang teguh) kepada sunnah, dan mengetahui beberapa bid’ah yang terjadi pada bulan Ramadhan, selanjutnya pembahasan kita kali ini adalah beberapa hal yang diperbolehkan untuk dilakukan ketika seseorang sedang berpuasa. Beberapa hal yang diperbolehkan ketika kita puasa, diantaranya: &#160; 1. Mencicipi Makanan &#160; Perkara pertama yaitu mencicipi makanan ketika seseorang sedang memasak. Kadang seorang istri yang berkewajiban melayani suami dan anaknya diharuskan untuk membuat suatu masakan. Namun terkadang kebanyakan dari ibu-ibu tidak berani untuk mencicipi makanan, karena dianggap dapat membatalkan puasa. Hal ini adalah keliru, karena ada atsar dari sahabat yang memperbolehkan untuk mencicipi makanan, tentunya dengan syarat hanya untuk menilai rasa dari suatu masakan, agar hasil masakan tidak gagal. &#160; Abdullah Bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : “Tidak mengapa baginya untuk mencicipi cuka atau sesuatu (makanan) selama tidak masuk kedalam kerongkongannya, dan dia dalam keadaan berpuasa.”[1] &#160; 2. Mencium Istri Tanpa Syahwat &#160; Perbuatan yang diperbolehkan dalam syaria’t ketika kita sedang melaksanakan puasa selanjutnya yakni mencium istri dengan syarat tanpa syahwat dan bisa menjaga diri agar tidak berjima’. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. &#160; ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata: “Adalah Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mencium istrinya dalam keadaan berpuasa dan menyentuh (tanpa hubungan intim) dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling bisa menguasai diri (hajat) nya.”[2] &#160; 3. Disuntik untuk Keperluan Berobat &#160; Hal ini memang diperselisihkan dikalangan para ulama’, namun insya Allah yang rajih (lebih kuat) ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1309/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhan Wa Sahlan!</title>
		<link>http://www.persistarogong.com/archives/1307</link>
		<comments>http://www.persistarogong.com/archives/1307#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 18:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Muallimin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.persistarogong.com/archives/1307</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to Pesantren Persatuan Islam Tarogong Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.persistarogong.com/archives/1307/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

