Dialektika Peradaban: Mengekplorasi relasi Islam dan Barat

/ Comments

Oleh: Heri Mulyadi

Islam adalah agama yang sering disalahpahami oleh sebagian orang yang nota bene mereka tidak memahami Islam secara utuh. Pemahaman yang menjurus kepada stereotif ini terkesan terus terpelihara sehingga melahirkan konflik antargenerasi bahkan menjadi sebuah konflik laten yang sewaktu-waktu akan terjadi. Kecurigaan akan sepak terjang Islam ini didasari oleh pemahaman parsial bahkan tidak menyentuh ajaran Islam yang hakiki. Begitulah dunia Barat memandang Islam dulu bahkan hingga saat ini. Bagi mereka Islam adalah ajaran yang menganjurkan umatnya untuk memaksakan kehendak, gemar berperang dan merusak. Padahal Islam adalah agama yang mengajarkan kedamain, cinta dan toleransi yang justru oleh Barat didengungkan kemudian. Islam bukan agama statis bahkan ajaran yang dinamis sepanjang tidak menyentuh hal-hal yang bersifat teologis dan monolitis.

 

Abad ke-21 dan millennium ke-3  ditandai dengan gemuruh konflik yang bermuara pada paradigma baru geopolitik dunia yang diproyeksikann oleh tiga grand theory. Pertama, diluncurkan oleh seorang mantan birokrat Amerika Serikat, Francis Fukuyama dalam  karyanya yang cukup terkenal  the end of history and the last man, dalam tulisannya yang cukup mendapat kecaman ini, Fukuyama menyatakan bahwa setelah berakhirnya perang dingin dan bangkrutnya ideologi komunis serta gulung tikarnya Uni Soviet, maka dunia akan memasuki babak the end of history. Lebih lanjut ia menegaskan demokrasi Barat yang akan menjadi kampium peradaban dunia.

 

Kedua, dilontarkan oleh ahli politik Samuel Huntington dalam bukunya the clash of civilization and the remaking of word order. Huntington meragukan skenario yang digagas Fukuyama, yakni dunia tidak akan menerima dengan sukarela dan menjadikan demokrasi Barat menjadi kiblat peradaban dunia, bahkan yang akan terjadi adalah konflik yang akan lebih hebat dari perang dingin.

 

Ketiga, teori yang di keluarkan oleh Robert Kaplan dalam bukunya caming anarchy, ia memaparkan penelitiannya bahwa suatu saat dunia akan mengalami chaos yang disebabkan peradaban baru belum terbentuk sedangkan peradaman lama tidak terpakai lagi sehingga manusia akan berada pada konflik dan kerusuhan menjurus kepada ethnic cleansing sebagaimana yang terjadi di Bosnia.

 

Grand theory yang disampaikan oleh pemikir Barat ini mengusik kesadaran beragama setiap orang termasuk umat Islam. Secara disadari atau tidak sebagian kalangan telah terprovokasi oleh teori yang memang provokatif ini. Hal yang paling tajam teriris adalah relasi Islam dan dunia Barat dalam menghadapi perbedaan yang ada diantara kedua peradaban ini. Klimaknya dalah tragedi 9 september 2003 silam.

 

Menyadari akan hal tersebut, umat Islam sebagai umat terbesar di Indonesia dan seluruh komponen bangsa seyogyanya meluruskan pemahaman sebagain kalangan ini. Cara dan upaya yang bisa dilakukan dengan berdakwah dan menjelaskan kepada mereka ajaran Islam sesungguhnya agar Islam tidak terus disalahpahami. Salah satu wujud untuk merealisasikan hal tersebut adalah dengan menghimpun generasi muda khususnya aktivis masjid, kampus, organisasi pemuda yang tersebar di seluruh Indonesia, berdakwah melalui media cetak dan elektronik serta aksi masa damai agar Islam menjadi soko guru peradaban dunia (Islamic Revival).

Allahu Warasuluhu ‘Alam.



Artikel Islam Terbaru

Artikel Sebelumnya...

Berita Pesantren Terbaru

Berita Sebelumnya...

Mahabbah
Kasih Sayang

dasar kepercayaan akan persamaan dan keinginan baik untuk mewujudkannya

Tawadhu
Rendah Hati

sikap mensyukuri terhadap
apa yang telah diberikan
oleh Sang Maha Perkasa

Taawun
Kerja Sama

saling tolong-menolong
akan membuat
kekuatan tak terkalahkan

Amanah
Kejujuran

mengembangkan
keseimbangan antara
hak dan kewajiban

Mujahadah
Kesungguhan

menundukkan nafsu guna memenuhi kewajiban Allah dan menjauhi laranganNya


persistarogonglogo lite

Pesantren Persatuan Islam Tarogong Garut
Jalan Terusan Pembangunan No 1 Rancabogo Tarogong Kidul Garut 44151
Tel/Fax: (0262) 234657, 540453 Email: info@persistarogong.com