BULAN RAMADHAN

/ Comments

oleh: Gun Gun Abdul Basit

Penamaan Ramadhan

رَمَضَانُ مِنْ شِدَّةِ الرَّمْضَاءِ وَهُوَ الْحُرُّ يُقَالُ رَمِضَتِ الْفِصَالُ إِذَا عَطِشَتْ وَيُجْمَعُ عَلَى رَمَضَانَاتٍ وَرَمَاضِيْنَ وَأَرْمِضَةٍ. تفسير ابن كثير 2 : 355

Ramadhan (berasal) dari sangat panasnya yaitu alhurr (panas). Dikatakanterasa payah masa penyapihan bila (si bayi) merasa kehausan. Dijamakkan menjadi Ramadhaanaat, Ramaadhiina dan Armidhah. Tafsir Ibnu Katsir 2 : 355

Ramadhan Adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an & Kewajiban Melakukan Shaum

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ. (البقرة 185)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia shaum pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya shaum), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. Q.S. Al-Baqarah 185

 

Kedermawanan Rasulullah & Tadarrus Al-Qur’an Bersama Jibril di Bulan Ramadhan

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ سَنَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ. رواه البخاري ومسلم والنسائي وأحمد

Dari Ibnu Abbas r.a katanya: Rasulullah s.a.w adalah seorang yang paling dermawan dalam hal-hal kebaikan. Baginda lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Malaikat Jibril a.s telah bertemu dengan baginda setiap tahun pada bulan Ramadan sehingga berakhir Ramadan. Rasulullah s.a.w membaca al-Quran di hadapannya. Apabila Rasulullah s.a.w bertemu dengan Malaikat Jibril, maka baginda adalah orang yang paling dermawan dalam hal-hal kebaikan melebihi angin kencang yang diutuskan. H.R. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i dan Ahmad

 

Beberapa Keutamaan Bulan Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيpرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلpّمَ أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ. رواه النسائي وأحمد

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu : Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.H.R. An-Nasa’i dan Ahmad

 

 

Ramadhan menjadi Penghapus Dosa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ. رواه مسلم وأحمد

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan.”  HR. Muslim dan Ahmad

 

Shalat Tarawih / Qiyamu Ramadhan

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَقَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا. رواه رواه البخاري والترمذي والنسائي وأبو داود وأحمد

Dari Abu Salamah, sesungguhnya ia bertanya kepada Aisyah r.a. : “Bagaimana shalat Rasulullah saw. pada Ramadhan ?” Ia menjawab : ”Ia (Nabi) tidak pernah menambah baik pada bulan Ramadhan ataupun bulan lainnya atas sebelas raka’at. Ia shalat empat raka’at, maka jangan kamu bertanya tentang bagus dan panjangnya. Lalu ia shalat empat raka’at., maka jangan kamu bertanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian ia shalat tiga raka’at.” H.R. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Daud dan Ahmad

 

Ramadhan adalah Kesempatan Meraih Maghfiroh

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَقَالَ آمِيْن آمِيْن آمِيْن قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّكَ حِيْنَ صَعِدْتَ الْمِنْبَرَ قُلْتَ آمِيْن آمِيْن آمِيْن قَالَ إِنَّ جِبْرِيْلَ أَتَانِي فَقَالَ مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللهُ قُلْ آمِيْن فَقُلْتُ آمِيْن وَمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يَبِرَّهُمَا فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللهُ قُلْ آمِيْن فَقُلْتُ آمِيْن وَمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللهُ قُلْ   آمِيْن فَقُلْتُ آمِيْن. رواه ابن حبان وابن خزيمة والحاكم

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw  naik mimbar lalu berkata amin, amin, amin. Dikatakan kepadanya : Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau ketika naik mimbar, engkau berkata amin, amin, amin. Sabda Nabi :”Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata :”Siapa  yang menjumpai bulan Ramadhan, (namun setelah bulan itu habis) ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. Siapa yang masih mempunyai kedua orang tua atau salah seorangnya, lalu ia tidak berbakti, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. Dan siapa yang engkau disebutkan di sisinya, namun ia tidak mau bershalawat, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. HR. Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim

 

Lailatul Qadar

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. رواه البخاري ومسلم والترمذي وأحمد

Dari Aisyah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda : “Carilah oleh kalian lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” H.R. Al-Bukhari, Muslim, At-Timidzi dan Ahmad

 

I’tikaf

عَنِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ. رواه البخاري مسلم وأبو داود وابن ماجه وأحمد

Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata :”Adalah Rasulullah saw. biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan.” H.R. Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad

 

 


Berita Pesantren Terbaru

Berita Sebelumnya...

Artikel Islam Terbaru

Artikel Sebelumnya...

Mahabbah
Kasih Sayang

dasar kepercayaan akan persamaan dan keinginan baik untuk mewujudkannya

Tawadhu
Rendah Hati

sikap mensyukuri terhadap
apa yang telah diberikan
oleh Sang Maha Perkasa

Taawun
Kerja Sama

saling tolong-menolong
akan membuat
kekuatan tak terkalahkan

Amanah
Kejujuran

mengembangkan
keseimbangan antara
hak dan kewajiban

Mujahadah
Kesungguhan

menundukkan nafsu guna memenuhi kewajiban Allah dan menjauhi laranganNya


persistarogonglogo lite

Pesantren Persatuan Islam Tarogong Garut
Jalan Terusan Pembangunan No 1 Rancabogo Tarogong Kidul Garut 44151
Tel/Fax: (0262) 234657, 540453 Email: info@persistarogong.com